TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) Posko Desa Compong melaksanakan kegiatan demo masak bertema “Pemanfaatan Hasil Panen Jagung Menjadi Olahan Lumpia Jagung dan Roti Jagung Jasuke”.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pengabdian masyarakat untuk mengangkat potensi lokal menjadi peluang ekonomi yang lebih produktif.
Kegiatan ini digelar di Desa Compong dan dihadiri oleh beberapa warga yang antusias mengikuti pelatihan. Jagung, sebagai hasil panen yang melimpah dan mudah ditemukan di desa ini, menjadi bahan utama yang sangat relevan untuk diolah menjadi produk pangan bernilai jual.
Demo masak ini dipandu oleh Nur Indah Permatasari Rahman, mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner, yang bertindak sebagai instruktur kegiatan. Ia melaksanakan kegiatan ini di bawah bimbingan langsung dari Dosen pengampu mata kuliah Cipta Karya Boga, Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diperkenalkan dua inovasi olahan jagung, yaitu lumpia jagung dan roti jagung Jasuke (Jagung Susu Keju). Keduanya merupakan produk yang tidak hanya enak, tetapi juga mudah dibuat dan memiliki potensi dijadikan usaha rumahan.
“Kami ingin memperlihatkan bahwa jagung tidak harus selalu direbus atau digoreng biasa. Dengan sedikit kreativitas, jagung bisa diubah menjadi makanan ringan bernilai ekonomi,” ujar Nur Indah dalam penyampaian materinya.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara mahasiswa KKN dengan Kepala Desa Compong, Egy Sunardi Nurdin, S.Pd., M.Si., serta dukungan penuh dari masyarakat setempat. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Koordinator Desa, Ardiansyah Putra, di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Damis, S.Kel., M.Si.
Egy Sunardi Nurdin, selaku kepala desa, menyambut baik inisiatif mahasiswa KKN yang dinilai mampu membuka wawasan baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan hasil panen secara kreatif dan bernilai jual. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berlanjut dan ditularkan ke warga lainnya.
Damis, S.Kel., M.Si., sebagai DPL, juga mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata pengabdian mahasiswa yang langsung menyentuh kebutuhan dan potensi lokal desa.
Melalui demo masak ini, mahasiswa KKN ingin menunjukkan bahwa ketahanan pangan dan peningkatan ekonomi keluarga bisa dimulai dari dapur sendiri, dengan memanfaatkan bahan lokal secara kreatif dan inovatif. (ibe)
















