TOPNEWS1.ONLINE.BONE. — Syaeful Al Qadri, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pemberdayaan Desa melaksanakan program kerja MATTI BCS (Mattirowalie Body Condition Score) sebagai upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam menilai kondisi tubuh ternak sapi secara praktis.
Kegiatan ini dilaksanakan Rabu, 29 Juli 2026, di rumah Ibu RT Dusun Lita, Desa Mattirowalie, dengan melibatkan peternak, perangkat desa, dan masyarakat yang memiliki usaha peternakan sapi.
Program MATTI BCS bertujuan memberikan edukasi mengenai pentingnya Body Condition Score (BCS) sebagai metode sederhana untuk menilai status nutrisi dan cadangan lemak tubuh sapi menggunakan skala 1–5. Selain penyampaian materi mengenai BCS, mahasiswa KKN juga memperkenalkan teknik estimasi berat badan sapi melalui pengukuran lingkar dada (LD) dan panjang badan (PB).
Metode ini menjadi solusi bagi peternak yang belum memiliki timbangan ternak sehingga berat badan sapi tetap dapat diperkirakan secara mudah dan praktis.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui pemaparan materi, demonstrasi penilaian BCS pada ternak, praktik pengukuran lingkar dada dan panjang badan, serta sesi tanya jawab bersama peserta.
Antusiasme masyarakat terlihat dari tingginya partisipasi peternak dalam mengikuti praktik secara langsung dan berdiskusi mengenai penerapan metode tersebut pada ternak yang mereka pelihara.
Penanggung jawab Program Kerja MATTI BCS, Syaeful Al Qadri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas peternak dalam melakukan penilaian kondisi tubuh (Body Condition Score/BCS) dan estimasi berat badan ternak secara mandiri.
Menurutnya, kedua metode tersebut mudah diterapkan, tidak memerlukan peralatan yang mahal, serta dapat membantu peternak dalam menentukan kebutuhan pakan, memantau pertumbuhan, menentukan dosis obat, dan mendukung pengambilan keputusan dalam manajemen pemeliharaan ternak.
Melalui program kerja MATTI BCS, mahasiswa KKN Tematik berharap pengetahuan yang diberikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat Desa Mattirowalie.
Dengan meningkatnya pemahaman peternak mengenai penilaian kondisi tubuh dan estimasi berat badan ternak, diharapkan produktivitas serta kesejahteraan ternak dapat terus meningkat sehingga mampu memberikan dampak positif terhadap pengembangan sektor peternakan di Desa Mattirowalie.(Nn).
















