TOPNEWS1.ONLINE.BONE.– Fathur Ridha Santri Sahar dari Departemen Teknik Lingkungan Mahasiswa KKN-T Unhas Pemberdaya Desa melaksanakan program pengolahan sampah organik menggunakan Maggot BSF di Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone.
Program ini bertujuan mengurangi timbunan sampah sisa makanan sekaligus menyediakan opsi pakan ternak unggas dan ikan yang lebih hemat.
Sampah organik khususnya sisa makanan diketahui cukup banyak terbuang di Desa Hulo setiap hari. Jika dibiarkan, sampah tersebut menimbulkan bau dan menjadi sarang penyakit. Melalui budidaya Maggot BSF atau _Black Soldier Fly_, sampah dapat terurai lebih cepat dan menghasilkan larva yang memiliki protein tinggi.
Program ini digagas dan dijalankan oleh Fathur Ridha Santri Sahar bersama perangkat desa dan kelompok masyarakat. Sasarannya adalah ibu rumah tangga serta peternak ayam, bebek, dan ikan di Desa Hulo.
Kegiatan diawali dengan penyebaran _trashbag_ ke beberapa rumah warga untuk memilah sampah organik dan anorganik. Setelah terpilah, sampah organik dikumpulkan dan dimasukkan ke wadah. Larva BSF akan mengurai sampah hingga tersisa residu kompos. Maggot yang sudah besar kemudian dipanen untuk diberikan langsung atau dikeringkan sebagai pakan tambahan ternak.
Dengan metode ini, masyarakat tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga dapat menekan biaya pembelian pakan pabrik.
Fathur Ridha Santri Sahar berharap program ini dapat terus berlanjut setelah KKN-T selesai.
“Kami ingin masyarakat Desa Hulo bisa mandiri mengelola sampah dan punya alternatif pakan ternak yang murah serta ramah lingkungan,” ujarnya. (Ft/ds).
















