TOPNEWS1.ONLINE.BONE — Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Sapia (70), warga Dusun Mappakkae, Desa Watang Ta, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang telah menderita stroke selama kurang lebih lima tahun, diduga belum mendapatkan perhatian yang memadai dari pemerintah desa setempat.Rabu:9/9/2026
Sapia yang berstatus janda selama ini disebut menjalani kehidupan dalam kondisi serba terbatas. Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media ini dilokasi kepada anaknya atas nama Solong, ia mengaku belum menerima bantuan sosial maupun bantuan lainnya dari pemerintah desa.
Tak hanya kondisi kesehatannya yang memprihatinkan, rumah yang ditempati Sapia juga disebut membutuhkan perbaikan. Kondisi tempat tinggal tersebut dinilai memerlukan pembenahan agar lebih layak dan aman untuk dihuni.
Kondisi tersebut diharapkan mendapat perhatian dari Pemerintah Desa Watang Ta. Pemerintah desa diharapkan dapat melakukan pendataan dan verifikasi terkait kondisi sosial, kesehatan, serta kebutuhan Sapia, termasuk memastikan statusnya dalam program bantuan sosial maupun program perbaikan rumah.
Terlebih, Sapia telah menderita stroke selama bertahun-tahun dan menjalani kehidupan sebagai seorang janda. Kondisi tersebut membuatnya dinilai membutuhkan perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun pihak terkait.
Masyarakat juga berharap Pemerintah Desa Watang Ta dapat memberikan penjelasan mengenai status bantuan bagi Sapia, termasuk apakah yang bersangkutan telah terdata sebagai penerima bantuan sosial serta apakah rumahnya telah diusulkan dalam program perbaikan rumah layak huni atau program bantuan lainnya.
Pemdes Watang Ta Mengaku Belum Mendapat Informasi
Kepala Desa Watang Ta saat ditemui mengaku belum mengetahui secara pasti kondisi Sapia. Ia mengatakan pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kepala dusun untuk memastikan kondisi warga tersebut.
“Kami kurang tahu mengenai warga tersebut. Nanti kami koordinasi dengan kepala dusun. Yang saya tahu, anaknya atas nama Solong berdomisili di Palakka dan KTP-nya juga KTP Palakka cuman dia tinggal disitu, sedangkan ibunya tidak,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah desa tetap berkomitmen memberikan pelayanan kepada seluruh warga. Namun, menurutnya, hingga saat ini belum ada informasi dari kepala dusun mengenai kondisi Sapia yang membutuhkan perhatian dan bantuan.
“Kami sebagai pemerintah desa tetap mengedepankan pelayanan kepada warga. Cuma, untuk warga atas nama Sapia, ibu dari Solong, tidak ada informasi dari Pak Kadus bahwa ada warga yang kondisi rumahnya rusak parah dan memerlukan bantuan,” tuturnya.
Kepala Desa Watang Ta mengatakan pihaknya akan segera mendatangi kediaman Sapia untuk melihat secara langsung kondisi yang bersangkutan.
“Secepatnya kami akan ke sana untuk melihat kondisinya. Kami sebagai pemerintah desa akan melihat apa yang menjadi kebutuhannya. Apalagi kalau memang ada warga kami yang sangat membutuhkan uluran tangan untuk kebutuhan makan sehari-harinya,” pungkasnya.(Rst)
















