Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BONE

MAKMUR: Mengolah Kemiri Menjadi Minyak untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Desa Mattiro Walie.

×

MAKMUR: Mengolah Kemiri Menjadi Minyak untuk Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Desa Mattiro Walie.

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.BONE. — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin di Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone,17 juli 2026 menghadirkan program kerja kelompok bertajuk “MAKMUR” sebagai upaya mendorong pemanfaatan potensi kemiri yang dimiliki masyarakat menjadi produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.

Program MAKMUR : Mattiro walie minyak kemiri untuk rakyat berfokus pada pengolahan biji kemiri mentah menjadi minyak kemiri. Program ini dilaksanakan dengan melihat potensi kemiri yang cukup banyak dimanfaatkan sebagai salah satu hasil komoditas masyarakat, namun pengolahannya menjadi produk turunan masih tergolong minim.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Kondisi tersebut membuat kemiri lebih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai jual yang diperoleh masyarakat masih terbatas.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-Tematik pemberdayaan desa gel 116 desa mattiro walie memperkenalkan proses pengolahan kemiri menjadi minyak kemiri sebagai salah satu bentuk diversifikasi produk lokal.

Kemiri yang sebelumnya hanya memiliki nilai jual sebagai bahan mentah kemudian diproses melalui beberapa tahapan hingga menghasilkan minyak kemiri yang dapat dikemas sebagai produk siap digunakan.

Proses pengolahan dilakukan dengan memanfaatkan bahan baku kemiri yang tersedia di lingkungan masyarakat. Tahapan tersebut mencakup persiapan bahan, pengolahan biji kemiri, proses ekstraksi minyak, hingga penyaringan dan pengemasan produk.

Setiap tahapan dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan kualitas agar minyak yang dihasilkan dapat memiliki nilai guna dan nilai jual yang lebih baik.

Program ini tidak hanya berorientasi pada proses produksi, tetapi juga memperkenalkan konsep peningkatan nilai tambah komoditas lokal kepada masyarakat.

Pengolahan kemiri menjadi minyak memungkinkan masyarakat untuk tidak hanya menjual hasil panen dalam bentuk mentah, tetapi juga mengembangkan produk olahan yang memiliki potensi nilai ekonomi lebih tinggi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat melihat bahwa komoditas yang tersedia di sekitar mereka memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

Pemanfaatan potensi lokal tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus membuka peluang pengembangan produk khas Desa Mattiro Walie.

Selain menghasilkan minyak kemiri, program MAKMUR juga menjadi bentuk pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Pengetahuan mengenai pengolahan, pengemasan, serta potensi pengembangan produk diharapkan dapat terus dimanfaatkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat setelah berakhirnya pelaksanaan KKN.(Nn).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics