Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BONE

BUDIDAMBER: Edukasi Budidaya Ikan dalam Ember untuk Mendorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Desa Mattiro Walie

×

BUDIDAMBER: Edukasi Budidaya Ikan dalam Ember untuk Mendorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Desa Mattiro Walie

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.BONE. – Ferry Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja BUDIDAMbER (Budidaya Ikan dalam Ember) sebagai upaya memperkenalkan alternatif budidaya ikan skala rumah tangga yang mudah, hemat biaya, dan ramah lingkungan kepada masyarakat, 28 Juli 2026 Desa Mattiro Walie, Kecamatan Bontocani, Kabupaten Bone.

Kegiatan ini mengusung metode sosialisasi dan edukasi mengenai pemanfaatan barang bekas, khususnya ember, sebagai media budidaya ikan. Melalui metode Budidamber, masyarakat diperkenalkan pada konsep budidaya yang mengintegrasikan pemeliharaan ikan dengan penanaman sayuran, seperti kangkung, dalam satu wadah.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Sistem ini tidak hanya memanfaatkan lahan yang terbatas, tetapi juga mampu menghasilkan dua komoditas sekaligus, yaitu ikan sebagai sumber protein dan sayuran sebagai sumber gizi keluarga.

Pelaksanaan sosialisasi berlangsung di lingkungan sekolah dan dihadiri oleh para siswa serta beberapa masyarakat Desa Mattiro Walie. Dalam kegiatan ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai prinsip kerja Budikdamber, tahapan pembuatan media budidaya, teknik perawatan ikan dan tanaman, hingga manfaat ekonomi dan lingkungan yang dapat diperoleh apabila sistem ini diterapkan secara berkelanjutan di tingkat rumah tangga.

Penanggung jawab program, Ferry, menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berangkat dari hasil observasi yang dilakukan selama pelaksanaan KKN di Desa Mattiro Walie.

“Motif pelaksanaan ini didasarkan karena kondisi masyarakat yang masih minim pemahaman terkait cara budidaya ikan dalam skala rumah tangga,” ungkap Ferry.

Melalui program BUDIDAKMER, diharapkan masyarakat dapat memahami bahwa budidaya ikan tidak selalu membutuhkan kolam yang luas maupun biaya yang besar. Dengan memanfaatkan ember bekas yang dipadukan dengan budidaya tanaman kangkung, setiap rumah tangga memiliki peluang untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri sekaligus memanfaatkan barang yang sebelumnya tidak lagi digunakan.

Program ini juga menjadi bentuk implementasi pemberdayaan masyarakat yang menekankan pentingnya inovasi sederhana berbasis potensi lokal. Selain meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya ikan, kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pemanfaatan barang bekas sebagai solusi yang bernilai ekonomis dan berkelanjutan.

Melalui BUDIDAMBER, mahasiswa KKN Tematik Pemberdayaan Desa Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Mattiro Walie dapat mengembangkan praktik budidaya ikan dalam ember sebagai langkah awal menuju ketahanan pangan keluarga, peningkatan gizi masyarakat, serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik.(Nn)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics