TOPNEWS1.ONLINE.BONE. – Zalsabilah Mustafa Fakultas Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin Posko Desa Mattiro Walie melaksanakan program kerja bertajuk JEJAK (Jelajah Edukasi dan Jejak Pengetahuan Lokal) sebagai upaya mengenalkan kembali pengetahuan lokal dan potensi desa kepada generasi muda.
Program yang dilaksanakan di SD Negeri Mattiro Walie ini diikuti oleh 18 siswa, yang terdiri atas 9 siswa kelas IV, 3 siswa kelas V, dan 6 siswa kelas VI 29 Juli 2026.
Program JEJAK merupakan kegiatan pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential Learning) dan pembelajaran partisipatif (Participatory Learning) yang mengajak siswa belajar langsung dari lingkungan sekitar melalui kegiatan observasi, wawancara sederhana,
Pencatatan hasil pengamatan, hingga penyampaian hasil observasi dalam bentuk storytelling. Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN berperan sebagai fasilitator, sedangkan guru, orang tua, dan masyarakat menjadi sumber belajar utama bagi para siswa.
Program ini tidak hadir tanpa alasan. Sebelum menyusun kegiatan, mahasiswa KKN terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi dengan pihak sekolah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang ada. Dari hasil observasi tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar siswa lebih akrab dengan berbagai informasi dan konten dari media digital, termasuk konten luar negeri, dibandingkan dengan potensi serta pengetahuan lokal yang dimiliki oleh desa mereka sendiri.
Padahal, Desa Mattiro Walie memiliki berbagai potensi yang dapat dijadikan sumber pembelajaran, seperti pertanian jagung, pohon kemiri, peternakan sapi dan ayam, serta berbagai pengetahuan masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN menghadirkan Program JEJAK sebagai media pembelajaran yang menghubungkan siswa dengan lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk belajar langsung dari guru, masyarakat, maupun lingkungan sekitar sehingga mereka tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mulai mengenal, menghargai, dan bangga terhadap potensi desa yang mereka miliki.
Kegiatan diawali dengan pre-test untuk mengetahui pemahaman awal siswa mengenai observasi dan pengetahuan lokal. Selanjutnya, mahasiswa memberikan pembekalan mengenai pentingnya mengenal dan melestarikan pengetahuan lokal, teknik melakukan observasi sederhana, teknik wawancara, serta cara mencatat hasil pengamatan.
Setelah pembekalan, siswa melaksanakan observasi sesuai tema yang telah ditentukan, seperti budidaya jagung, pohon kemiri, peternakan, maupun potensi alam di sekitar mereka.
Hasil observasi kemudian disusun dalam bentuk cerita sederhana yang dipresentasikan oleh masing-masing siswa di hadapan guru, teman-teman, dan mahasiswa KKN.
Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk menyampaikan hasil pengamatan menggunakan bahasa mereka sendiri sehingga kemampuan komunikasi, rasa percaya diri, dan kemampuan berpikir kritis dapat berkembang secara bertahap. Seluruh proses presentasi didokumentasikan sebagai bagian dari arsip pembelajaran sekolah dan dokumentasi kegiatan KKN.
Salah satu guru SD Negeri Mattiro Walie, Ibu Nisma, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan Program JEJAK. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini yang mulai kurang mengenal potensi daerahnya sendiri.
“Harapan saya untuk proker ini semoga ke depannya siswa lebih bisa paham terkait apa itu pengetahuan lokal dan potensi desa ini sendiri. Terlebih lagi sekarang siswa lebih mementingkan konten luar ketimbang potensi mereka sendiri dari desa ini,” ujar Ibu Nisma.
Melalui Program JEJAK, mahasiswa KKN berharap siswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap lingkungan tempat tinggalnya. Pengetahuan lokal diharapkan tidak lagi dipandang sebagai sesuatu yang biasa, melainkan sebagai kekayaan yang perlu dipelajari, dijaga, dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Program ini juga diharapkan menjadi salah satu contoh pembelajaran berbasis potensi lokal yang dapat terus diterapkan oleh pihak sekolah. Dengan melibatkan guru, orang tua, dan masyarakat sebagai sumber belajar, proses pendidikan diharapkan menjadi lebih kontekstual, dekat dengan kehidupan siswa, dan mampu memperkuat hubungan antara sekolah dengan masyarakat.
Sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat, Program JEJAK menjadi wujud komitmen mahasiswa KKN-T 116 Universitas Hasanuddin dalam mendukung pendidikan yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat. Melalui pembelajaran yang berangkat dari potensi desa, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya memiliki wawasan luas terhadap perkembangan dunia, tetapi juga mengenal, mencintai, dan bangga terhadap identitas serta kekayaan lokal yang dimiliki Desa Mattiro Walie.
“Belajar dari Desa, Belajar dari Masyarakat” menjadi semangat yang diusung dalam Program JEJAK sebagai pengingat bahwa lingkungan sekitar merupakan sumber belajar yang kaya akan ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kehidupan yang patut dijaga untuk masa depan.(Nn).
















