TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sidrap rapat koordinasi persiapan pelaksanaan program sekolah penggerak, Selasa, 29 Juni 2021.
Kegiatan yang dihadiri 14 kepala sekolah penggerak berlangsung di UPT Sekolah Dasar (SD) 2 Pangsid, Jalan Hos Cokroaminotor, Kelurahan Wala, Kecamatan Maritenggae.
Dalam rapat, peserta menerapkan protokol kesehatan dan perilaku 3M seperti saling menjaga jarak satu sama lain dan juga mengenakan masker.
Hadir dalam acara itu Kepala Disdikbud Sidrap, A Muh Faisal yang diwakili oleh Kabid Ketenagaan GTK Disdikbud Sidrap, Syamsuddin, serta Kabid Pembinaan Dikdas, H Sirajuddin.
“Rakor tahap pertama ini dilaksanakan dalam rangka persiapan pelaksanaan program sekolah penggerak pada awal tahun ajaran baru 2021/2022,” kata Kabid Ketenagaan GTK Disdikbud Sidrap, Syamsuddin.
Dikatakannya, sekolah penggerak di Sidrap ada 14 sekolah yang terdiri dari 2 Taman Kanak-kanak (TK), 9 Sekolah Dasar (SD) dan 3 Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Syamsuddin menjelaskan, bahwa Program Sekolah Penggerak (PSP) adalah upaya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia dalam mewujudkan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian melalui terciptanya Pelajar Pancasila.
Program sekolah penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Menurutnya, program sekolah penggerak merupakan penyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya. Program sekolah penggerak akan mengakselerasi sekolah negeri/swasta di seluruh kondisi sekolah untuk bergerak 1-2 tahap lebih maju.
Program dilakukan bertahap dan terintegrasi dengan ekosistem hingga seluruh sekolah di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sidrap menjadi Program Sekolah Penggerak.
“Hasil yang diharapkan dari pelaksanaan program bagi sekolah diantaranya meningkatkan hasil mutu Pendidikan dalam kurun waktu 3 tahun ajaran,” ucapnya.
Disamping itu, percepatan digitalisasi sekolah, percepatan pencapaian profil pelajar pancasila, meningkatnya kompetensi kepala sekolah dan guru.
Program ini juga memberikan kesempatan untuk menjadi katalis perubahan bagi sekolah lain, mendapatkan pendampingan intensif untuk transformasi sekolah.
Kemudian juga memperoleh tambahan anggaran untuk pembelian bahan ajar bagi pembelajaran dengan paradigma baru. (MDS/Ibe)
Editor: Ibrahim
















