TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Hamparan sawah di Kelurahan Kanyuara, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), kembali menunjukkan produktivitasnya.
Panen raya yang berlangsung Kamis (10/9/2026) menjadi bukti bahwa sektor pertanian Sidrap tetap mampu bertahan dan berproduksi di tengah ancaman El Nino.
Panen raya tersebut berlangsung di areal pertanian sekitar 1.229 hektare. Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah bersama Gapoktan dan kelompok tani setempat, potensi nilai hasil produksi dari kawasan tersebut mencapai sekitar Rp88 miliar dalam sekali musim panen.
Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif mengatakan, angka tersebut menggambarkan besarnya potensi sektor pertanian sekaligus perputaran ekonomi yang dihasilkan petani di wilayah Kanyuara.
“Luas area pertanian di Kanyuara sekitar 1.229 hektare. Dalam sekali panen, nilai hasil pertaniannya bisa mencapai sekitar Rp88 miliar,” ujar Syaharuddin.
Panen raya ini juga dirangkaikan dengan kegiatan bakti sosial serta kegiatan terjun penyegaran prajurit Divisi 3 Kostrad. Kehadiran jajaran TNI bersama pemerintah daerah dan masyarakat semakin memperlihatkan kuatnya sinergi dalam mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Usai menyaksikan langsung proses panen dan penimbangan hasil pertanian, Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto memberikan kepercayaan kepada pedagang untuk melakukan pembayaran hasil panen secara langsung kepada petani.
Langkah tersebut mendapat perhatian karena memperlihatkan keterhubungan antara petani, pedagang dan pemerintah dalam menjaga kelancaran distribusi serta transaksi hasil pertanian.
Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilainya berhasil mendorong peningkatan produktivitas pertanian.
Menurutnya, produksi pertanian Sidrap bukan hanya berdampak terhadap kesejahteraan petani, tetapi juga ikut berkontribusi dalam menjaga ketersediaan pangan nasional.
Yang lebih menarik, kemampuan Sidrap melaksanakan panen raya di tengah ancaman El Nino menjadi perhatian tersendiri bagi Pangdivif 3 Kostrad.
“Walaupun di tengah El Nino, Sidrap mampu berdiri melawan El Nino. Ketika seluruh wilayah Indonesia kering, Sidrap masih mampu melakukan panen raya. Hebat Sidrap,” ujar Wulan.
Ia juga memuji sejumlah program Pemerintah Kabupaten Sidrap yang dinilai mampu membantu petani menghadapi tantangan kekeringan.
Di antaranya program Listrik Masuk Sawah, upaya mengalirkan air dari Danau Sidenreng menuju areal pertanian, hingga penerapan pola IP 300 untuk meningkatkan intensitas pertanaman.
Program tersebut dinilai menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah daerah dalam memastikan ketersediaan air dan mempertahankan produktivitas lahan pertanian.
Suasana panen raya pun berlangsung penuh keakraban. Di sela kegiatan, Pangdivif 3 Kostrad bahkan melontarkan kelakar yang disambut suasana hangat oleh para pejabat dan masyarakat yang hadir.
“Sudah deh, saya jadi orang Sidrap saja. Pindahkan saja pasukan saya di Sidrap, pindahkan batalion saya ke Sidrap,” kelakarnya.
Wulan menegaskan, keberhasilan sektor pertanian Sidrap yang selama ini disampaikan Bupati Syaharuddin Alrif bukan sekadar klaim. Setelah turun langsung ke lapangan, ia mengaku melihat sendiri kondisi dan produktivitas pertanian yang ada.
“Apa yang disampaikan Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif selama ini sudah saya buktikan nyata dan fakta, bukan omong kosong,” tegasnya.
Ia berharap kondisi tersebut dapat terus dipertahankan. Menurutnya, keberhasilan Sidrap menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman El Nino menjadi modal penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Panen raya di Kanyuara akhirnya tidak hanya menjadi momentum memetik hasil kerja keras petani. Dengan hamparan 1.229 hektare dan potensi ekonomi mencapai puluhan miliar rupiah, kawasan tersebut menjadi salah satu gambaran nyata bagaimana pertanian dapat menjadi penggerak ekonomi daerah sekaligus benteng ketahanan pangan.
Sinergi antara pemerintah daerah, petani, pedagang dan TNI diharapkan terus diperkuat agar produktivitas pertanian Sidrap tetap terjaga dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat. (ibe)

















