TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – UPT Puskesmas Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Puskesmas Pangkajene mendaftarkan tujuh inovasi unggulan ke Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sidenreng Rappang.
Ketujuh inovasi itu merupakan hasil kreativitas para tenaga kesehatan yang dirancang untuk menjawab berbagai persoalan kesehatan masyarakat sekaligus menghadirkan pelayanan yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.
Adapun inovasi yang didaftarkan meliputi ANJANG SANA ANJANG SINI, program yang mengajak anggota keluarga usia produktif mengikuti pelayanan kesehatan penyakit tidak menular (PTM) bersama lansia dan remaja melalui senam serta skrining kesehatan, dengan inovator Erna Suyuti, S.Kep., Ns.
Selanjutnya KANTONG MANTAP JIWA, inovasi pemantauan kepatuhan kontrol pasien gangguan jiwa yang digagas dr. Hj. Rosmin.
Kemudian MALAMPESUNGEKI, program yang mendorong lansia aktif datang ke posyandu untuk berolahraga dan menjalani skrining kesehatan, diprakarsai dr. Hasniwati.
Di bidang kefarmasian, hadir inovasi PENDAMPING BEKAS, yakni sistem optimalisasi pengelolaan masa kedaluwarsa obat melalui perbaikan monitoring perbekalan farmasi oleh Evy Dwi Febriyanti, A.Md.Farm.
Sementara di bidang kesehatan gigi, PERI GIGI menjadi inovasi pencegahan karies melalui aplikasi Fissure Sealant yang dikembangkan drg. Hj. Dian Anugerah A., S.KG.
Untuk pengendalian penyakit tidak menular, Puskesmas Pangkajene menghadirkan SIPAMMASE-MASEKI’, sistem pengelolaan aktif masyarakat sehat dengan kontrol intensif bagi penderita hipertensi dan diabetes melitus, yang digagas Kepala UPT Puskesmas Pangkajene, dr. Mariana, M.Kes.
Sedangkan di bidang digitalisasi pelayanan, SIPITKI menjadi solusi pencatatan infrastruktur teknologi informasi menggunakan Google Sheets yang terintegrasi dengan QR Code, dikembangkan oleh Astri Pratiwi Amiruddin.
Kepala UPT Puskesmas Pangkajene, dr. Mariana, M.Kes, mengatakan seluruh inovasi tersebut lahir dari kebutuhan masyarakat serta pengalaman para tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan setiap hari.
“Inovasi yang diajukan tidak hanya bertujuan menyelesaikan berbagai permasalahan kesehatan, tetapi juga menghadirkan layanan yang lebih mudah diakses, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendaftaran tujuh inovasi tersebut diharapkan mampu mendorong keberlanjutan program sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.
Selain itu, inovasi yang dikembangkan juga menjadi bagian dari upaya memperkuat budaya inovasi di Kabupaten Sidenreng Rappang sekaligus mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah.
“Kami berharap inovasi-inovasi yang telah didaftarkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terus berkelanjutan dalam pelaksanaannya, serta menjadi kontribusi nyata Puskesmas Pangkajene dalam mendukung peningkatan Indeks Inovasi Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang,” pungkasnya. (ibe)
















