TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – UPT Puskesmas Tanrutedong, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), terus berinovasi dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih berkualitas.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Puskesmas Tanrutedong meluncurkan lima inovasi yang dirancang untuk meningkatkan mutu layanan kesehatan, keselamatan pasien, hingga pengelolaan administrasi berbasis digital.
Kelima inovasi tersebut merupakan hasil gagasan para tenaga kesehatan dan aparatur di lingkungan Puskesmas Tanrutedong yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat serta peningkatan efektivitas pelayanan.
Inovasi pertama adalah ALKES PENSI (Alarm Kesehatan Peduli Hipertensi) yang diinisiasi dr. Ayuni Noprianti Idris.
Program ini bertujuan meningkatkan kepatuhan pasien hipertensi dalam mengontrol tekanan darah dan menjalani pengobatan secara rutin sehingga risiko komplikasi dapat ditekan.
Selanjutnya, ERUPSI (Edukasi Orang Tua untuk Pahami Waktu Erupsi Gigi Anak di Puskesmas Tanrutedong) yang digagas drg. Nurul Marhamah Husain. Inovasi ini memberikan edukasi kepada orang tua mengenai waktu tumbuh gigi anak melalui media yang mudah dipahami agar kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut sejak dini semakin meningkat.
Di bidang kefarmasian, hadir Si-BUD (Sistem Informasi Beyond Use Date Obat) yang diinisiasi Wahyuni, S.Farm., Apt. Inovasi ini membantu masyarakat memperoleh informasi yang tepat mengenai batas waktu penggunaan obat setelah kemasan dibuka, sehingga penggunaan obat menjadi lebih aman, efektif, dan sesuai ketentuan.
Sementara itu, SIPATEN (Sistem Pengisian Identitas Pasien Terverifikasi) yang dikembangkan Nurul Rezky G., A.Md. RMIK, bertujuan memastikan data identitas pasien baru di aplikasi E-Puskesmas terisi secara lengkap, akurat, dan terverifikasi.
Langkah ini diharapkan meningkatkan kualitas rekam medis sekaligus mendukung pelayanan kesehatan yang lebih optimal.
Inovasi kelima adalah TERAPIS (Teknologi Arsip Puskesmas Strategis) melalui pemanfaatan Microsoft Access yang diinisiasi Harisah, A.Md.
Program ini menghadirkan sistem pengelolaan arsip surat masuk dan surat keluar secara digital untuk meningkatkan efisiensi administrasi, mempercepat pencarian dokumen, serta meminimalkan risiko kehilangan maupun kerusakan arsip.
Melalui TERAPIS, Puskesmas Tanrutedong menargetkan 95 hingga 100 persen arsip surat terdigitalisasi. Selain itu, waktu pencarian dokumen ditargetkan kurang dari lima menit dan sebanyak 90 hingga 100 persen pegawai mampu mengelola arsip digital secara mandiri.
Kepala UPT Puskesmas Tanrutedong, Bd. Hj. Nurtang, S.ST., M.Kes., mengapresiasi lahirnya berbagai inovasi tersebut. Menurutnya, inovasi menjadi langkah strategis dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih efektif, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kelima inovasi itu tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat yang dilayani Puskesmas Tanrutedong, tetapi juga menjadi inspirasi bagi puskesmas lain di Kabupaten Sidenreng Rappang maupun daerah lainnya dalam mengembangkan pelayanan kesehatan yang semakin modern, berkualitas, dan inovatif. (ibe)
















