TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Harapan ribuan petani di Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk memperoleh pasokan air irigasi yang lebih memadai segera terwujud.
Pemerintah akan segera memulai pembangunan Bendung Torere yang diproyeksikan menjadi sumber air baru bagi kawasan pertanian di wilayah tersebut.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Bina Manfaat PSDA Sidrap, H. Rahman, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2026).
Ia mengungkapkan bahwa seluruh tahapan koordinasi terus berjalan dan proyek strategis tersebut kini memasuki tahap pelaksanaan.
“Benar, Bendung Torere di Panca Lautang akan segera dibangun. Kami juga sudah mengikuti rapat koordinasi di Makassar terkait pembangunan tersebut,” ujarnya.
Menurut H. Rahman, Bendung Torere nantinya akan mampu mengairi sekitar 1.200 hektare lahan persawahan yang tersebar di Kecamatan Panca Lautang hingga sebagian wilayah Tellu Limpoe.
Kehadiran bendung ini diyakini akan meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sidrap.
Ia menjelaskan, pembangunan Bendung Torere merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada pangan nasional, sejalan dengan program optimalisasi lahan (oplah) dan pengembangan cetak sawah di Kabupaten Sidrap.
Selain Bendung Torere, pemerintah juga akan membangun Bendung Daerah Irigasi (DI) Bilokka serta DI Alekaraja di Kecamatan Watang Pulu. Total anggaran untuk pembangunan ketiga bendung tersebut mencapai sekitar Rp43 miliar.
“Skala terbesar difokuskan pada pembangunan Bendung Torere. Kontrak kerja sudah ditandatangani sejak Februari 2026 dan berlangsung hingga Desember 2027. Insyaallah dalam waktu dekat pekerjaan fisik sudah mulai karena tahap perencanaan telah selesai,” jelasnya.
Diketahui, pembangunan Bendung Torere, DI Bilokka, dan DI Alekaraja merupakan bagian dari satu paket pekerjaan bersama dengan sejumlah proyek irigasi di Kabupaten Pangkep, Barru, dan Pinrang.
Sebelumnya, Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif juga menegaskan pentingnya pembangunan Bendung Torere saat menghadiri panen raya di Desa Corawali.
Menurutnya, bendung tersebut akan mengubah posisi Panca Lautang yang selama ini menjadi daerah paling akhir menerima pasokan air irigasi.
“Saat ini Panca Lautang masih paling ujung dapat air. Namun setelah Bendung Torere selesai dibangun, daerah ini akan menjadi sumber air bagi para petani dan tidak akan lagi kekurangan air saat musim tanam,” kata Syaharuddin.
Pembangunan Bendung Torere diharapkan menjadi tonggak baru dalam penguatan sektor pertanian Sidrap, sekaligus mendukung target daerah sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan. (Ibe)
















