TOPNEWS1.ONLINE, NEW YORK — Semester Fall ini menjadi momen bersejarah bagi Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKU-MI). Sebanyak 12 mahasiswa dikirim ke Hartford International University for Religion and Peace (HIU), Amerika Serikat, untuk mengikuti program pendidikan lanjutan.
Terdiri atas delapan mahasiswa program Master dan empat mahasiswa program Ph.D., mereka telah menjalani berbagai kegiatan akademik dan budaya yang intensif sejak kedatangan mereka pada awal September lalu.
Program di HIU memberikan pengalaman yang komprehensif, mulai dari fasilitas kampus yang lengkap hingga pendampingan individu oleh profesor.
Mahasiswa mengikuti berbagai perkuliahan, seperti metodologi penelitian tafsir Al-Qur’an dan pengenalan tradisi Abrahamik, serta dilibatkan dalam tur ke rumah ibadah dan tempat wisata di Connecticut, Massachusetts, New York, dan Washington D.C. Salah satu momen membanggakan terjadi saat Farewell Party di HIU, di mana para mahasiswa menampilkan musik tradisional Angklung, memukau para hadirin yang sebagian besar profesor dan tamu internasional.
Perjalanan budaya mahasiswa ini juga meliputi partisipasi di acara “Malam Budaya Diaspora Indonesia” di Wesleyan University pada Oktober lalu. Mereka mempersembahkan musik, lagu daerah, hingga nasyid Islam, yang disambut hangat oleh audiens.
Puncak kegiatan berlangsung selama tur enam hari ke New York dan Washington D.C. yang dimulai pada 22 November. Di New York, mereka mengunjungi Union Theological Seminary, Gedung Perutusan Tetap RI untuk PBB, dan ikon-ikon kota seperti Patung Liberty, Times Square, hingga Ground Zero. Mereka juga bertemu dengan diaspora Indonesia di masjid komunitas dan Konsulat Jenderal RI di Manhattan.
Di Washington D.C., kegiatan mahasiswa meliputi kunjungan ke Kedutaan Besar RI, Islamic Center Washington, dan pertemuan dengan para profesional diaspora Indonesia di Voice of America. Salah satu momen istimewa adalah dialog dengan Prof. Seyyed Hossein Nasr di George Washington University, yang menyampaikan harapan besar terhadap peran Indonesia dalam kebangkitan peradaban Islam.
Perjalanan ini tidak hanya mempererat hubungan antara mahasiswa PKU-MI dengan diaspora Indonesia, tetapi juga memperkenalkan budaya dan keunggulan Indonesia kepada dunia internasional. Dukungan dan jaringan yang baik dari Rektor PKU-MI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, turut menjadi faktor utama keberhasilan program ini.
“Tour ini sangat mengesankan dan memperkuat kapasitas mahasiswa sebagai calon ulama global,” kata M. Saleh Mude.
Koordinator Tour Mahasiswa PKU-MI. Program ini menjadi bukti nyata komitmen Istiqlal dalam mencetak kader ulama yang berwawasan global dan siap berkontribusi untuk kemajuan peradaban.
Penulis: Saleh Mude

















