Terdakwa Penipuan Investasi Bodong Algopack BitAlgo Makassar Disidangkan

Terdakwa Penipuan Investasi Bodong Algopack BitAlgo Makassar Disidangkan

TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — Terdakwa kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan bisnis tambang digital bodong Algopack BitAlgo (ALG) disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Senin, 23 Mei 2022.

Mereka yang disidangkan yakni terdakwa Hamsul HS yang berprofesi sebagai PNS, petugas Radiologi di Rumah Sakit (RS) Labuang Baju Makassar bersama terdakwa Sulfikar, pekerjaan swasta.

Bacaan Lainnya
advertisement

Hal tersebut disampaikan Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Soetarmi kepada wartawan.

Dikatakannya, bahwa kasus ini dilaporkan oleh korban Jimmi Chandra yang merasa telah ditipu atas perbuatan para terdakwa.

“Kejadiannya pada sekitar bulan April 2020 sampai dengan September 2020 bertempat di Jalan Sungai Cerekang No. B2 A Kel. Gaddomg Kec. Bontoala Kota Makassar,” ucapnya.

Pada waktu itu, terdakwa melakukan prospek terhadap korban dengan mengatakan bahwa terdakwa memiliki bisnis investasi yang disebut Tambang Digital Rp45 juta perbulan.

Bsnis tersebut berlaku seumur hidup bisa naik setiap bulan serta modal awal tidak akan hilang dan bisnis investasi tersebut aman yang dijamin oleh pihak terdakwa.

Saat itu terdakwa Hamsul juga menyampaikan bahwa terdakwa Sulfikar adalah orang yang sangat kaya, memiliki uang di Bank Rekening BCA sebesar Rp. 68 Miliar serta asset BITCOIN sebesar Rp 1 Triliun.

Terdakwa Sulfikar adalah pemodal pada perusahaan ternama PT.JAPFA COMFEED INDONESIA yang pendapatan perharinya sebesar Rp400 juta.

Setelah morban Jimmy Chandra mendengar penyampaian dari terdakwa Hamsul sehingga korban meminta agar dipertemukan dengan terdakwa Sulfikar

Kemudian terdakwa Hamsul menyampaikan kepada korban bahwa terdakwa Sulfikar bukan orang sembarangan, jika korban ingin bertemu maka sebelumnya harus melakukan investasi terlebih dahulu sebesar Rp. 2.590.000.000,-(dua milyar lima ratus sembilan puluh juta rupiah) ke Rekening BCA Nomor : 7325324791 atas nama Hamsul.

Setelah mendengar penyampaian dari terdakwa Hamsul, maka korban Jimmy Chandra tertarik untuk melakukan investasi lalu korban melakukan transfer secara bertahap sejak bulan April 2020 sampai dengan bulan Juli 2020 dengan total Rp. 2.590.000.000,-(dua milyar lima ratus sembilan puluh juta rupiah) ke Rekening BCA Nomor : 7325324791 atas nama Hamsul.

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
1
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *