TOPNEWS1.ONLINE.MAKASSAR. — Sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan, Andi Nurul Widyadhana Aris Fakultas Hukum Prodi Ilmu Hukum KKN 116 Unhas memimpin gerakan edukasi pengolahan sampah organik melalui sosialisasi media Ember Tumpuk Sabtu 8 Agustus 2026 di Aula Kantor Kelurahan Tamalanrea Jaya, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar.
Langkah ini dirancang sebagai aksi nyata mahasiswa dalam menjawab keresahan warga terkait tumpukan limbah sisa makanan yang sering kali menjadi masalah utama di tingkat rumah tangga.
Dalam pemaparannya,
Andi Nurul Widyadhana Aris menekankan bahwa menjaga lingkungan tidak selalu butuh teknologi canggih atau biaya besar. Alat sederhana seperti ember tumpuk justru jadi solusi super praktis, hemat kantong, dan sangat efektif untuk diimplementasikan di pekarangan rumah.
“Sampah dapur seperti sisa sayur, kulit buah, atau sisa makanan sebenarnya punya potensi ekonomis dan ekologis yang besar kalau kita tahu cara olahnya. Lewat ember tumpuk ini, kita nggak cuma bantu ngurangin beban sampah yang terbuang ke TPA, tapi juga bisa menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC) dan kompos padat sendiri untuk menyuburkan tanaman,” tegas Andi Nurul Widyadhana Aris saat menyampaikan materi.
Antusiasme warga terlihat jelas sepanjang acara berlangsung. Tidak sekadar mendengarkan teori, para peserta diajak berdiskusi dan menyaksikan langsung simulasi perakitan ember tumpuk, pemilahan jenis sampah yang sesuai, hingga tata cara pemanenan pupuk cair.
Dukungan juga mengalir dari tokoh masyarakat serta kehadiran aparat Bhabinkamtibmas, yang makin menegaskan bahwa urusan kebersihan lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Lewat inisiatif yang dipimpin Andi Nurul Widyadhana Aris, program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial belaka.
Harapannya, inovasi ember tumpuk ini mampu memicu zero waste lifestyle di kehidupan sehari-hari warga, sekaligus mendukung ketahanan pangan keluarga lewat pemanfaatan pupuk mandiri untuk kebun rumah tangga. (ANW/Dso).















