Terdakwa Korupsi di Bank Sulselbar Bulukumba Dijerat TPPU

  • Whatsapp
Kantor Kejati Sulsel

TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — M Iqbal Reza Ramadhan terdakwa korupsi di Bank Sulselbar Bulukumba dijerat Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Kamis, 13 Januari 2022.

Pegawai BUMN itu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Kesatu Subsidiair Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Bacaan Lainnya

Terdakwa M Iqbal Reza Ramadhan juga telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana didakwakan dalam dakwaan Kesatu melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor : 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Dan Pencucian Uang.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulsel, Idil SH MH menyampaikan menyampaikan dalam siaran pers disebutkan bahwa tim penuntut umum Kejati Sulsel telah mengikuti persidangan dengan pembacaan putusan dengan terdakwa korupsi di Bank Sulselbar Bulukumba.

“Terdakwa dijatuhkan pidana penjara selama 11 tahun dikurangi masa penahanan yang telah dijalani serta membayar denda sebesar Rp500 juta dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar akan diganti dengan pidana kurungan selama 4 bulan,” ucapnya.

Menghukum terdakwa untuk membayar uang pengganti sebesar Rp. 21.817.975.102. Jika terdakwa tidak membayar uang pengganti paling lama 1 bulan setelah putusan pengadilan mempunyai kekuatan hukum tetap maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

“Dalam hal terpidana tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti maka harus dipidana dengan pidana penjara selama 5 tahun dan 6 bulan,” katanya.

Selanjutnya barang bukti berupa 75 bundel asli dokumen nasabah pengajuan kredit KUM, 33 bundel Asli dokumen nasabah pengajuan kredit KUL, 2 unit CPU, 1 binder slip asli penarikan dan pemindahan buku/transfer, 33 buku tabungan nasabah asli dikembalikan ke Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba.

Adapun yang merupakan hasil tindak pidana TPPU dirampas untuk Negara dalam hal ini Bank Sulselbar Cabang Utama Bulukumba yakni 1 unit rumah di perumahan Clarity Blok A2 jalan Jipang Raya Kel Gunung Sari Kota Makassar, 1 unit rumah di Bumi Aeropala Blok A No 14 Jln Hertasning Kel Pacciningan Kab Gowa, 1 unit ruko labbisa advertising di Jalan Melati no. 9 Bulukumba, 1 unit ruko vape store di jalan melati no. 9 bulukumba.

Kemudian 1 unit salon gadiah di jalan melati no. 9 bulukumba, 1 unit ruko labbisa cafe di jalan melati no. 9 bulukumba, 1 unit ruko car wash di jalan melati no. 9 bulukumba, 1 unit mobil toyota vokxy 2.0 A/T (ZRR80R-BPXSP) tahun 2019 warna hitam plat DD 442 ZZ, beserta STNK dan 1 buah kunci.

Selain itu, juga ada 1 unit mobil honda civic warna hitam plat polisi DD 1030 HO beserta kunci mobil, 1 unit motor kawasaki ninja wara hijau beserta 1 buah kunci kontak dengan nomor rangka ZX250EEA0I297, 1 unit motor LX150H warna hijau/hitam beserta 1 buah kunci kontak dengan nomor rangka LXI500EW04403, 1 buku BPKB Nomor : P-09041073 an. Hasriyadi.

Kemudian juga ada 1 unit motor Custom / Yamaha warna hitam beserta 1 buah kunci kontak dengan nomor rangka 5BP-073444, 1 unit motor Yamaha XSR warna hitam beserta 1 buah kunci kontak dengan nomor rangka E1K042 E1K042, 1 unit motor Honda Custom dengan plat polisi DD 5691 SF beserta 1 buah kunci kontak.

Satu unit motor Tiga Roda dengan plat polisi DD 2944 U beserta 1 buah Kunci kontak, 1 unit motor Kawasaki Custom tanpa kunci kontak, 1 unit motor Yamaha N-Max beserta 1 buah kunci kontak dengan nomor rangka MH3SG3120GR083502;

Satu unit motor Honda CBR 250 RR beserta 1 buah kunci kontak dengan nomor rangka MC41E1001846, 1 unit motor Yamaha X-Max beserta 1 buah kunci kontak.

Disebutkan pula bahwa sekalipun masih putusan tingkat pertama namun JPU telah berhasil membuktikan adanya TPPU dalam perkara dimaksud serta telah berhasil melakukan pelacakan dan pemulihan asset senilai lebih Rp7 miliar.

Bahwa atas putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Makassar Penuntut Umum menyatakan Pikir-Pikir dan Penasehat hukum terdakwa menyatakan pikir-pikir.

Bahwa terhadap putusan tersebut selanjutnya Jaksa Penuntut Umum akan berkoodinasi dengan Jaksa Penyidik terkait, apakah terdapat adanya keterlibatan pihak-pihak lain dalam perkara tersebut sebagaimana fakta yang terungkap dan termuat dalam putusan Pengadillan. (MDS/Ibe)

Editor: Ibrahim

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *