TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Selain teknologi mekanik, tim dosen juga memperkenalkan inovasi bioteknologi melalui pendampingan perbanyakan cendawan Trichoderma sp. secara mandiri oleh petani menggunakan bahan-bahan lokal seperti dedak halus dan jagung giling.
Cendawan ini berfungsi sebagai bioaktivator alami yang mempercepat proses dekomposisi bahan organik serta meningkatkan kualitas pupuk.
Sebelumnya, petani harus membeli Trichoderma komersial dengan harga cukup tinggi. Namun setelah mengikuti pelatihan ini, mereka kini dapat memproduksi sendiri bioaktivator tersebut di tingkat kelompok.
Hasilnya, biaya produksi trichokompos turun hingga 50%, sementara waktu pengomposan berkurang dari 40 hari menjadi sekitar 25–30 hari.
Salah satu anggota kelompok tani, [Muh. Syaad], mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan ini.
“Kami sangat terbantu. Sekarang tidak perlu beli pupuk atau jamur dari luar, semua bisa kami buat sendiri. Hasilnya juga lebih cepat dan bagus untuk tanaman padi,” ujarnya. (ibe)
















