TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Melalui program hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, kegiatan ini tidak hanya membantu efisiensi teknis produksi pupuk, tetapi juga menumbuhkan semangat kemandirian kelompok tani.
Selain pelatihan dan pendampingan teknis, tim UMS Rappang juga melakukan pembinaan lanjutan terkait branding produk dan rencana pemasaran pupuk Trichokompos Desa Paria agar memiliki nilai ekonomi di pasar lokal.
Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, UMS Rappang, [Reza Asra, S.TP., M.P.], menyampaikan apresiasi terhadap program ini sebagai wujud nyata dari pelaksanaan Kampus Berdampak.
“Kegiatan PKM ini menunjukkan bahwa hasil riset dan inovasi perguruan tinggi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” ungkapnya.
Dampak Nyata di Lapangan
Sejak penerapan teknologi tersebut, petani di Desa Paria mulai merasakan hasil positif. Produksi pupuk meningkat, kualitas tanah membaik, dan ketergantungan pada pupuk kimia berkurang.
Program ini diharapkan menjadi model percontohan penerapan teknologi tepat guna yang bisa diadaptasi oleh kelompok tani lain di wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang.
Kegiatan PKM ini juga menjadi bagian dari upaya UMS Rappang untuk memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, inovasi teknologi, dan pemberdayaan masyarakat desa, menuju pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berdaya saing. (ibe)

















