TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Musim durian kembali menjadi berkah bagi warga Desa Betao Riase, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.
Hamparan kebun durian yang mulai panen tak hanya mendatangkan ribuan pecinta buah, tetapi juga menggerakkan roda perekonomian desa dengan nilai perputaran uang yang fantastis.
Kepala Desa Betao Riase, Suardi Laupe, saat ditemui di lokasi, Sabtu (27/6/2026), mengatakan mayoritas masyarakat menggantungkan hidup dari sektor perkebunan.
Selain durian, warga juga menghasilkan rambutan dan langsat yang menjadi komoditas unggulan setiap musim panen.
“Penghasilan utama masyarakat berasal dari perkebunan, terutama durian, rambutan, dan langsat,” ujar Suardi.
Menurutnya, selama musim durian yang berlangsung sekitar dua bulan, perputaran uang di Desa Betao Riase diperkirakan mencapai sekitar Rp30 miliar.
Bahkan, setiap harinya transaksi jual beli durian bisa mencapai sekitar Rp500 juta.
Besarnya nilai ekonomi tersebut didorong tingginya permintaan dari berbagai daerah.
Banyak pedagang datang langsung ke Betao Riase untuk membeli durian segar dari para petani sebelum dipasarkan kembali ke luar daerah.
“Pedagang dari luar banyak datang mengambil durian di sini. Semua durian dijual dalam kondisi segar. Yang jatuh pagi dijual sore, sedangkan yang jatuh malam dijual pagi, sehingga kualitas buah tetap terjaga,” jelasnya.
Tak hanya menjadi pusat perdagangan, Betao Riase juga mulai dikenal sebagai tujuan wisata musiman bagi para pencinta durian.
Pengunjung dapat menikmati sensasi menyantap durian langsung di bawah rindangnya pepohonan atau di sekitar kebun.
Melihat antusiasme masyarakat yang terus meningkat, pemerintah desa berencana mengembangkan kawasan wisata buah dengan menghadirkan spot-spot khusus untuk menikmati durian agar pengunjung semakin nyaman.
“Ke depan kami ingin membuat tempat-tempat khusus untuk makan durian. Selama ini pengunjung biasanya menikmati durian di kolong rumah warga. Kami ingin menghadirkan fasilitas yang lebih nyaman sehingga Betao Riase semakin dikenal sebagai desa wisata buah,” kata Suardi.
Ia juga mengungkapkan, lonjakan kunjungan biasanya terjadi setiap akhir pekan, terutama pada Sabtu dan Minggu.
Pada hari-hari tersebut, kawasan perkebunan dipenuhi wisatawan lokal maupun dari luar daerah yang datang berburu durian segar langsung dari pohonnya.
Dengan cita rasa durian yang khas, suasana pedesaan yang masih asri, serta keramahan masyarakat, Desa Betao Riase menjadi destinasi yang layak dikunjungi pada musim panen.
Selain menikmati kelezatan durian, pengunjung juga turut membantu menggerakkan perekonomian warga yang bergantung pada hasil perkebunan. (Ibe)
















