TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Semangat pengabdian kepada masyarakat ditunjukkan Dandim 1420 Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar saat meninjau langsung pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih di Desa Tanatoro, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Perjalanan menuju desa yang berada di kawasan pedalaman tersebut bukanlah hal mudah. Seperti yang terlihat, belum lama ini.
Dandim bersama rombongan harus menempuh jarak sekitar 53 kilometer dari Kota Pangkajene dengan waktu perjalanan kurang lebih tiga jam melalui jalur yang ekstrem dan penuh tantangan.
Untuk menjangkau lokasi, rombongan menggunakan kendaraan taktis Maung buatan PT Pindad, karya anak bangsa Indonesia.
Kendaraan bermesin turbo diesel berkapasitas 2.200 CC dengan sistem penggerak 4×2 dan 4×4 itu mampu melintasi medan berat menuju Desa Tanatoro.
Desa Tanatoro merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Pitu Riase yang memiliki kondisi geografis menantang.
Topografi pegunungan dan akses yang masih terbatas membuat desa ini kerap menghadapi risiko bencana seperti tanah longsor dan kerusakan jalan, terutama saat musim hujan.
Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pembangunan Jembatan Garuda Merah Putih.
Namun, medan yang sulit tidak menyurutkan semangat personel Kodim 1420 Sidrap untuk terus bekerja demi membuka akses yang lebih layak bagi masyarakat.
Jembatan Garuda Merah Putih diharapkan menjadi infrastruktur vital yang menghubungkan aktivitas masyarakat, memperlancar distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses pendidikan, kesehatan, dan perekonomian warga di pedalaman Sidrap.
Bagi personel Kodim 1420 Sidrap, medan berat bukanlah penghalang. Semangat pengabdian yang tulus kepada masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan pembangunan jembatan yang akan membawa harapan baru bagi warga Desa Tanatoro. (ibe)
















