Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Pantang Tinggalkan Lokasi Sebelum Tuntas, Bupati Sidrap Pimpin Langsung Perang Lawan Banjir hingga Tengah Malam

×

Pantang Tinggalkan Lokasi Sebelum Tuntas, Bupati Sidrap Pimpin Langsung Perang Lawan Banjir hingga Tengah Malam

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Pemandangan tak biasa terlihat di Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Sidrap, Jumat malam (15/5/2026). Di tengah lumpur, genangan air, dan alat berat yang terus bekerja, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif tetap bertahan di lokasi hingga larut malam demi memastikan drainase penyebab banjir benar-benar kembali lancar.

Sejak pagi hingga pukul 23.00 WITA, Syaharuddin memimpin langsung proses pembersihan drainase di sejumlah titik terdampak banjir bersama tim gabungan dari Dinas PSDA, Biciptapera, BPBD, Satpol PP dan Damkar, PDAM, Dinas Sosial, TNI, Polri, aparat kecamatan, hingga masyarakat.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Fokus utama pengerjaan dilakukan pada titik-titik kritis yang selama ini menjadi penyebab genangan saat hujan deras mengguyur wilayah Tellu Limpoe.

Di lokasi, alat berat terus dikerahkan untuk mengangkat lumpur dan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air. Bupati bahkan ikut memantau langsung proses penertiban pipa PDAM yang melintang di saluran drainase dan memperparah penyumbatan.

“Saya tidak akan pulang sebelum saluran ini benar-benar lancar. Kalau drainase tersumbat, air pasti meluap. Jadi harus tuntas malam ini,” tegas Syaharuddin di sela kegiatan.

Instruksi tegas pun diberikan kepada petugas agar pipa-pipa yang menghambat aliran segera dipindahkan dan ditata ulang.

Kerja keras sejak pagi akhirnya membuahkan hasil. Tim gabungan berhasil menembus sumbatan utama drainase yang disebut menjadi pemicu banjir di Kelurahan Toddang Pulu, Baula, Arateng, dan Amparita.

“Akhirnya sumbatan utama yang mengakibatkan banjir di Kelurahan Toddang Pulu, Baula, Arateng, dan Amparita bisa kita tembuskan,” ujar Syaharuddin.

Dari dalam drainase, petugas menemukan tumpukan sampah yang sudah lama mengendap. Sedikitnya dua truk sampah berhasil diangkut dari bawah saluran air.

Sampah tersebut didominasi plastik, kayu, dan limbah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke drainase. Kondisi itu menyebabkan air tidak mampu mengalir normal saat hujan deras melanda beberapa hari terakhir.

Usai pengerjaan, Syaharuddin mengingatkan masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan demi mencegah banjir kembali terjadi.

“Pertama, tidak buang sampah lagi ke drainase. Kedua, kalau ada acara atau ada sampah, silakan hubungi pihak kecamatan, nanti sampahnya dijemput. Ketiga, drainase dan got di depan rumah masing-masing kita bersihkan supaya Amparita terbebas dari banjir lagi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas dan warga yang terlibat dalam aksi penanganan banjir tersebut.

“Terima kasih semuanya. Akhirnya titik krusial ini bisa kita atasi. Semoga nanti tidak terdampak lagi banjir dan genangan yang tinggi di Kecamatan Tellu Limpoe, meliputi Baula, Toddang Pulu, Arateng, dan Amparita,” pungkasnya. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics