TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kisah haru dan penuh inspirasi datang dari Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Dua bersaudara asal Tanete, Safira Raodatul Jannah (14) dan Muhammad Arifin (16), menjadi calon jamaah haji khusus termuda bersama PT Annur Maarif tahun 2026.
Di usia yang masih sangat muda, keduanya dipercaya menjadi tamu Allah SWT setelah penantian panjang selama tujuh tahun sejak pertama kali didaftarkan oleh kedua orang tua mereka.
Perjalanan menuju Tanah Suci itu awalnya diimpikan bisa dilakukan bersama keluarga. Namun takdir berkata lain. Tahun ini justru Safira dan Arifin yang lebih dulu mendapat panggilan suci untuk berhaji.
Safira mengaku bahagia sekaligus terharu karena belum bisa berangkat bersama kedua orang tuanya.
“Senang dan bahagia bisa berhaji tahun ini. Sayangnya orang tua tidak ikut mendampingi. Semoga orang tua juga bisa berangkat tahun depan bersama Annur Maarif,” ujar Safira dengan mata berbinar.
Hal serupa dirasakan sang kakak, Muhammad Arifin. Ia menyebut keluarga mereka sejak awal berharap bisa berangkat bersama ke Tanah Suci, namun semua kembali pada ketentuan Allah SWT.
“Harapan besar kami berhaji bersama kedua orang tua, namun tahun ini kami berdua yang Allah takdirkan berangkat lebih dulu. Semoga tahun depan orang tua kami juga sudah bisa berangkat berdua,” katanya.
Meski masih remaja, keduanya dikenal memiliki pemahaman agama yang baik karena tumbuh di lingkungan pesantren. Sikap tenang dan kedewasaan mereka juga terlihat selama proses persiapan keberangkatan haji.
Arifin percaya setiap perjalanan hidup manusia sudah ditentukan oleh Allah SWT dengan cara terbaik.
“Segala bentuk dan hal yang terjadi hari ini adalah ketentuan Allah,” tambahnya.
Selain bersyukur atas kesempatan berhaji di usia muda, Safira dan Arifin juga menyampaikan apresiasi kepada PT Annur Maarif atas pelayanan yang mereka rasakan sejak awal proses pendaftaran hingga manasik.
“Terima kasih kepada Annur Travel atas pelayanan kepada kami semua. Kami merasa memiliki keluarga baru bersama jamaah lainnya,” ungkap Safira.
Menurut keduanya, seluruh jamaah mendapatkan pendampingan yang sama tanpa memandang usia.
“Pendampingan yang dilakukan Annur sama kepada seluruh jamaah. Walaupun kami jamaah termuda, kami tetap mendapatkan pelayanan yang sama,” jelas Arifin.
Saat ini seluruh jamaah haji khusus PT Annur Maarif telah berada di Jakarta sebelum diberangkatkan menuju Mumbai dan selanjutnya ke Jeddah untuk menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Sebanyak 125 jamaah haji khusus Annur Maarif tahun ini diketahui telah menunggu selama lima hingga tujuh tahun sebelum akhirnya mendapat kesempatan berangkat ke Tanah Suci.
Kisah Safira dan Muhammad Arifin menjadi gambaran bahwa usia muda bukan penghalang untuk memenuhi panggilan Allah SWT. Dengan doa, niat, dan keyakinan yang kuat, impian menuju Baitullah bisa datang lebih cepat dari yang dibayangkan. (ibe)
















