Dipaparkannya, QRIS pada prinsipnya merupakan sebuah alat bayar yang sangat bermanfaat bagi Bapenda karena QRIS ini menghilangkan hal-hal negatif seperti pungli.
“Proses pembayaran cukup mudah karena bisa digunakan kapan saja. Jadi inilah tujuan kami dari Bapenda melakukan inovasi, agar memudahkan rekan petugas pemungut pajak di lapangan,” jelasnya.
Pasang Iklan Anda DisiniPasang Iklan Anda Disini
Sementara itu, Divisi digitalisasi dan Layanan PT Bank Sulselbar, Andriani mengutarakan, ada beberapa jenis QRIS.
“QRIS Statis adalah QRIS yang hanya ter-generate 1 kali, dan nasabah harus memasukkan nominal transaksi pembayaran. Sedangkan QRIS Dinamis ter-generate hanya sekali dan nasabah tidak perlu memasukkan nominal transaksi pembayaran,” urainya.
Andriani melanjutkan, pada transaksi dengan QRIS dinamis, tagihan otomatis akan muncul langsung pada aplikasi yang telah disiapkan.
“Dengan demikian tidak perlu ada sentuhan atau nirsentuh, dengan mengetik lagi jumlah nominal, sebagaimana QRIS statis. Jadi akan mengurangi kesalahan, sistemnya langsung terintegrasi, seperti contoh pembayaran PBB, tagihannya otomatis muncul, jadi langsung scan barcode,” tuturnya.
Mewakili Bupati, Sekda Sidrap, H. Basra mengajak semua pihak untuk mendukung dan menggunakan QRIS Dinamis dengan sebaik-baiknya.
“Kita semua harus bersama-sama mengembangkan dan memajukan sistem pembayaran elektronik untuk kebaikan dan kemudahan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga menyampaikan kerja sama dan dukungan dari semua pihak, agar penerapan QRIS dinamis menjadi maksimal.
“Semoga QRIS dinamis dapat memberikan manfaat dan kemudahan bagi masyarakat dan pelaku usaha di Kabupaten Sidrap,” tutupnya.
Setelah launching dilakukan, beberapa hadirin langsung mencoba melakukan pembayaran PBB melalui QRIS Dinamis tersebut. (dso/Ibe)

















