Andi Rita menambahkan angka prevalensi angka Stunting Sulawesi Selatan Tahun 2022 mencapai 27,2 persen, hal ini masih jauh dari target 14 persen di tahun 2024, masih ada 13,2 persen yang harus diturunkan sehingga membutuhkan kerja keras dan kerja cerdas dibarengi kolaborasi dan sinergitas lintas sektor.
Andi Rita menyampaikan berbagai dukungan yang di berikan oleh BKKBN Sulsel ke Kabupaten Enrekang dalam penanganan stunting melalui alokasi anggaran DAK, pembentukan TPPS, pembentukan TPK dan Tim AKS di Kabupaten Enrekang.
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Enrekang, Darmiati Siampa, S.Pd., M.Pd. menyampaikan terima kasih atas dukungan DPRD dalam upaya percepatan penurunan stunting dan siap menjadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kabupaten Enrekang.
“Kami merasa bersyukur atas kepedulian DPRD Kabupaten Enrekang dalam persoalan stunting salah satunya siap menjadi Bapak/Bunda Asuh Anak Stunting di Kabupaten Enrekang. Selain itu, kami sampaikan pula rencana inovasi percepatan penurunan stunting yaitu dengan memanfaatkan pekarangan rumah di 129 desa/kelurahan sebagai asupan gizi masyarakat,” ungkap Darmiati.
Darmiati optimis target 14 persen di Enrekang dapat dicapai dengan adanya peran aktif DPRD mendukung percepatan penurunan stunting. (dso/Ibe)
















