TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menunjukkan kiprahnya dalam dunia kewirausahaan melalui unit usaha kampus, Brillent Bakery.
Unit ini terus berproses menjadi replika usaha bakery profesional, yang sekaligus menjadi bagian dari pengembangan teaching factory berbasis model pembelajaran production-based education.

Brillent Bakery dirancang bukan hanya sebagai tempat praktik teknis, tetapi sebagai lingkungan belajar yang meniru suasana dan tantangan dunia kerja nyata.
Mahasiswa tidak hanya diajarkan cara membuat produk bakery, tetapi juga dibekali dengan kemampuan manajemen usaha, kerja tim, komunikasi pelanggan, serta pengendalian mutu semua dalam suasana kerja profesional.
Pada kegiatan terbaru, mahasiswa berhasil menyelesaikan lebih dari 600 snack box VIP dan Reguler untuk mendukung pembukaan kegiatan mahasiswa baru UMS Rappang. Seluruh pesanan harus diselesaikan sebelum pukul 08.00 pagi, menuntut mahasiswa bekerja cepat, tepat, dan terorganisir dengan baik.
Keberhasilan tersebut tidak lepas dari pendampingan langsung oleh dosen pembimbing, Hartati, S.Pd., M.Pd., serta kemampuan manajerial yang telah diasah melalui proyek-proyek sebelumnya.
“Proyek seperti ini sangat tepat untuk melatih mahasiswa dalam suasana kerja nyata. Mereka belajar tidak hanya keterampilan teknis, tapi juga soft skills penting seperti tanggung jawab, kepemimpinan, dan manajemen waktu,” ujar Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd., Ketua Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner.
“Harapan kami, pengalaman-pengalaman ini dapat memperkaya soft skills dan keterampilan teknis mahasiswa, serta menumbuhkan kepercayaan diri mereka untuk siap membuka usaha mandiri di masa depan,” tambah Hartati, selaku dosen pendamping.
Model production based education yang diterapkan di Brillent Bakery menjadi bagian dari strategi Prodi untuk mengembangkan teaching factory yakni konsep pembelajaran yang mengintegrasikan kegiatan produksi nyata dengan proses belajar-mengajar.
Mahasiswa menjadi pelaku langsung dalam proses usaha, sehingga kompetensi mereka terbentuk secara menyeluruh.
Melalui pendekatan ini, Brillent Bakery tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga wadah penguatan karakter wirausaha, yang menjembatani dunia pendidikan dengan dunia industri.
“Brillent Bakery adalah laboratorium hidup. Ini adalah tempat mahasiswa tumbuh, gagal, belajar, dan sukses dalam suasana riil seperti industri bakery sesungguhnya,” tutup Damayanti.
Dengan dukungan sistem pembelajaran yang inovatif, Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang terus berkomitmen mencetak lulusan yang siap kerja, siap usaha, dan berdaya saing tinggi di dunia industri maupun wirausaha mandiri. (Ibe)

















