Jubir NA Bantah Bosnya Ditangkap Secara OTT, Melainkan Dijemput Secara Baik-Baik di Rujab

  • Whatsapp
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah saat dikawal tiga orang, satu berpakaian seragam polisi dan dua lainnya diduga petugas dari KPK.

TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR — Juru bicara Nurdin Abdullah (NA) yakni Veronica Moniaga membantah jika bosnya ditangkap secara OTT, malainkan dijemput secara baik-baik dan sedang tidak beraktifitas.

Seperti yang dikutip dari celebesmedia.id, Veronica Moniaga, juru bicara Gubernur Sulsel itu menjelaskan mengenai berita yang sedang marak terkait Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah.

Bacaan Lainnya

“Bapak Gubernur tidak melalui proses Operasi Tangkap Tangan, melainkan dijemput secara baik di Rumah Jabatan Gubernur pada dini hari, ketika Beliau sedang beristirahat bersama keluarga,” jelas jubir yang akrab disapa Vero ini.

Vero juga belum mengetahui penyebab penjemputan yang dilakukan KPK tersebut, namun ia memastikan Nurdin Abdullah sebagai warga negara yang baik hanya mengikuti prosedur yang dilakukan KPK.

“Meskipun belum mengetahui penyebab Bapak dijemput sekali lagi secara baik, namun Bapak Gubernur sebagai warga negara yang baik mengikuti prosedur yang ada, mengingat bahwa berdasarkan keterangan petugas KPK yang datang, Bapak Gubernur saat ini akan dimintai keterangan sebagai saksi,” lanjut Vero.

Vero pun memastikan Nurdi Abdullah saat dijemput tidak disertai barang bukti, dimana pada pemberitaan yang beredar di media massa bahwa adanya uang senilai satu miliar rupiah yang ikut diamankan sebelumnya KPK bersama lima orang lainnya di sebuah rumah makan.

“Bapak Gubernur berangkat bersama ajudan dan petugas KPK, tanpa disertai adanya penyitaan barang bukti, karena memang tidak ada barang bukti yang dibawa serta dari Rujab Gubernur,” tegas Vero.

“Mari kita sama-sama menunggu dan menghormati proses pemeriksaan yang berjalan,” tutup Vero.

Sebelumnya, diberitakan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di rumah jabatannya, Sabtu (27/2/2021) dini hari tadi.

Dalam penangkapan tersebut, Nurdin Abdullah ditangkap berasama lima orang lainnya yakni Agung Sucipto ( Kontraktor, 64 Thn), Nuryadi ( Sopir pak Agung, 36 Thn), Samsul Bahri ( Adc Gubernur Prov. Sulsel, Polri, 48 Thn), Edy Rahmat (Sekdis PU Provinsi Sulawesi Selatan) dan Irfandi ( Sopir Edy Rahmat).

Pihak KPK sendiri saat ini telah membenarkan penangkapan Gubernur Sulsel tersebut bersama lima orang lainnya. Meski begitu, namun KPK belum memberikan keterangan terkait kasus apa yang menjerat mantan Bupati Kabupaten Bantaeng dua priode tersebut. (mds/ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *