Lainnya, ada 2 orang lagi terpapar HIB karena pasangan ODHA (Tertular HIV dari pasangannya).
Selanjutnya, terdapat 2 orang wanita pria (Waria), dan seorang Ibu Hamil (Bumil) dan penyakit lainnya tergolong pada orang yang dites dengan penyakit tertentu yang dicurigai HIV dan positif HIV. Itu ada 3 orang.
Melihat penularan HIV yang tergolong ngeri itu, Dr Ishak mengingatkan seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati dan menghindari faktor risiko.
“Apalagi kemarin dunia memperingati Hari AIDS 2022, mengusung tema “Equalize”. Melalui tema tersebut, peringatan Hari AIDS Sedunia 2022 mengajak masyarakat di seluruh dunia untuk mengatasi ketidaksetaraan yang menghambat kemajuan dalam mengakhiri HIV/AIDS,” ujarnya.
Hari AIDS Sedunia diperingati setiap tanggal 1 Desember sejak tahun 1988. WHO menetapkan 1 Desember dipilih sebagai Hari AIDS Sedunia.
Pada peringatan Hari AIDS Sedunia yang pertama, fokus pada anak-anak dan remaja. Tujuannya, untuk menumbuhkan kesadaran yang lebih besar tentang dampak AIDS terhadap keluarga, bukan hanya kelompok-kelompok yang selama distigmatisasi.
Tema itu, sebut Dr Ishak, memiliki arti besar yakni sebagai tindakan menyetarakan akses dan fasilitas layanan pengobatan HIV. Terutama untuk anak-anak, pekerja seks serta pengguna narkoba.
Itu artinya, tema Equalize menuntut adanya undang-undang atau kebijakan yang mengatur stigma dan eksklusi yang dihadapi pengidap HIV. Dengan demikian, kehadiran mereka bisa dihormati dan diterima dengan layak oleh publik. (dso/ibe)
















