Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
MAKASSAR

Gubernur Kukuhkan Shodiqin sebagai Kepala BKKBN Sulsel

×

Gubernur Kukuhkan Shodiqin sebagai Kepala BKKBN Sulsel

Sebarkan artikel ini

Andi Sudirman mengatakan dari data EPPGBM menggambarkan dari 10 anak yang lahir di Sulsel 1 diantaranya adalah stunting, sedangkan data SSGI dari 10 yang lahir ada 3 anak yang stunting. Namun Ia berharap agar tidak mempermasalahkan perbedaan antara data ePPGBM dan SSGI ini.

“Perbedaan data ini jangan dijadikan perdebatan, tetapi cukup salah satunya menjadi motivasi semangat kita dalam bekerja dan satunya untuk melihat hasil kinerja kita.” ujar Andi Sudirman yang juga merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Sulsel.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Mengakhiri sambutannya, Andi Sudirman mengajak besama-sama menurunkan stunting di Sulawesi Selatan.

“Mari kita bersama-sama menurunkan stunting di Sulawesi Selatan agar anak-anak kita menjadi generasi unggulan dan untuk Bapak Kepala BKKBN Sulsel selamat bekerja dan terus jalin komunikasi jika ada hambatan yang dihadapi,” himbau Andi Sudirman.

Dalam kesempatan itu. Fungsional Ahli Utama BKKBN RI drg. Widwiono, M.Kes, menyampaikan terima kasih atas komitmen Gubernur Sulawesi Selatan dalam upaya Penurunan Stunting, Ia berharap stunting tahun ini bisa diturunkan lagi sesuai dengan target Nasional.

Widwiono menambahkan saat ini angka kelahiran rata-rata per wanita usia subur di Sulsel sudah cukup bagus yaitu 2,29 persen mendekati target nasional 2,1 persen.

“KB Pascapersalinan, Unmeet Need, TFR dan Angka Kesuburan dengan stunting sangat berkaitan. Jadi Kalau KB Pasca Persalinan prevalensinya bisa dinaikkan hingga 75 persen, ini akan berdampak pada penurunan stunting terutama KB nya menggunakan metode kontrasepsi jangka panjang. Jika hal ini dilakukan Insyaa Allah stunting juga turun, angka kematian bayi turun dan Angka Kematian Ibu juga turun” sebut Widwiono.

Ditemui usai dikukuhkan, Kepala BKKBN Susel, Shodiqin menyatakan siap menyukseskan pelaksanaan program Pembagunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana ( Bangga Kencana) di Sulawesi Selatan.

“Di Sulawesi Selatan mempunyai tantangan tersendiri, dimana sebelumnya di Jogja hanya 5 Kabupaten/Kota kalau di Sulsel ada 24 Kabupaten/Kota, namun Kami lihat untuk capaian sudah baik semua sisa perlu ditingkatkan khusunya angka stunting yang masih di atas nasional yaitu 27, 2 persen,” sebut Shodiqin.

Dalam kesempatan itu, Shodiqin meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk bersama-sama mengatasi permasalah tersebut.

“Arahan Bapak Gubernur menjadi motivasi bagi kami untuk terus bekerja dan berinovasi dalam mendorong capaian dan target program di Sulawesi Selatan, untuk itu Kami meminta dukungan dari seluruh pihak untuk bersama-sama mengatasi permasalah yang ada baik itu menyangkut program Bangga Kencana maupun Percepatan Penurunan Stunting, Kita berharap target 14 persen di tahun 2024 dapat kita capai bersama,” ujar Shodiqin. (dso/Ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics