Prof. Rizal menambahkan Program Percepatan Penurunan Stunting merupakan Program Prioritas Nasional yang harus didukung bersama. BKKBN sebagai koordinator pelaksana tidak dapat bekerja secara sendiri, sebab masalah stunting sangat kompleks meliputi seluruh sektor sehingga membutuhkan dukungan, komitmen, kepedulian dan partisipasi serta kerja sama dari para pemangku kepentingan bersama mitra kerja di seluruh tingkatan wilayah di Indonesia” terang Prof. Rizal.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan, Dra. Hj. Andi Ritamariani, M.Pd dalam kesempatan itu mengatakan Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh dan kembang pada anak akibat kekurangan gizi kronis yang disebabkan faktor multidimensi, sehingga membutuhkan dukungan lintas sektor.
“Kolaborasi berbagai unsur diharapkan dalam penanganan stunting baik pemerintah, komunitas, dunia usaha, akademisi dan media, sehingga Penguatan jejaring kemitraan sangat penting dillakukan dalam mencapai sasaran program Bangga Kencana dan percepatan penurunan stunting dilapangan” ungkap Andi Rita.
Andi Rita menyebutkan berbagai upaya telah dilakukan dalam mendukung pelaksanaan percepatan penurunan stunting diantaranya dengan membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) ditingkat provinsi hingga desa kelurahan dan membentuk Satuan Tugas Percepatan Penurunan Stunting (Satgas Stunting) di provinsi dan kabupaten kota.
“Kita telah membentuk Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Bidan, Kader TP PKK dan Kader KB sebanyak 6682 tim atau sebanyak 20.048 orang yang bertugas melaksanakan pendampingan kepada keluarga berisiko yaitu remaja sebagai calon pengantin, ibu hamil, ibu pasca persalinan, anak usia dibawah 2 tahun,” ujar Andi Rita.
Selain itu, lanjut Andi Rita “telah dibentuk Tim Audit Kasus Stunting yang terdiri dari unsur Tim Teknis dan Tim Pakar yaitu Dokter Ahli Anak, Ahli Obgyen, Pakar Gizi dan Psikolog yang melaksanakan tugas untuk mengidentifikasi risiko dan penyebab risiko pada kelompok sasaran berbasis surveilans data PK21,” ungkap Andi Rita.
.
BKKBN juga berupaya mendorong keterlibatan seluruh pihak lewat program Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting (BAAS) yaitu gerakan gotong royong seluruh elemen bangsa dalam mempercepat penurunan stunting dengan menyasar langsung keluarga berisiko stunting melalui pemberian bantuan.
“Data terakhir ada sekitar 1.815 orang yang telah menjadi Bapak Bunda Peduli Anak Stunting di provinsi dan kabupaten kota” ungkap Andi Rita.
Kegiatan Rakornis ini diikuti 147 mitra kerja dari Provinsi, Kepala OPD-KB dan Ketua DPC IBI Kabupaten Kota, Perwakilan Kodam XIV Hasanuddin dan Korem 141/Toddopuli, Perwira Seksi Teritorial Kodim dan Kasat Binmas Polrestabes dan Polres. (dso/Ibe)
















