DR. Wahidin: JP Situmorang, Prajurit TNI Pluralis yang Humanis

  • Whatsapp
DR. Wahidin: JP Situmorang, Prajurit TNI Pluralis yang Humanis

Sebuah Catatan Kenangan seorang sahabat.

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Letkol Inf. Jamot Parluhutan Situmorang, S.Sos lahir Samosir 6 Januari 1974. Mengawali tugasnya sebagai DANDIM 1420 Sidrap akhir tahun 2018.

Bacaan Lainnya

Pak Situmorang adalah panggilan akrab yang sering terdengar bagi segenap warga Sidrap yang kerap berhubungan dengannya termasuk saya secara pribadi.

Sejak dilantik sebagai Dandim Sidrap, langkah pertama yang dilakukan adalah silaturahmi dengan tokoh-tokoh agama dan tokoh masyarakat. Tidak tanggung-tanggung hal itu dilakukannya meskipun beliau harus door to door.

Satu per satu Ketua ormas Islam beliau kunjungi khususnya NU dan Muhammadiyah. Tidak hanya sampai disitu, Pesantren-pesantren di Sidrap pun menjadi sasaran kunjungan silaturrahimnya termasuk Pesantren Al Urwatul Wutsqaa yang kami bina. Sehingga tidak seberapa lama setelah beliau bertugas dia sudah memiliki modal sosial dan jaringan kerja yang cukup kuat untuk mendukung kesuksesan program-programnya sebagai DANDIM 1420 Sidrap.

Sebagai Sarjana Ilmu Sosial, nampaknya Pak Situmorang paham betul teori Aristoteles bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa melepaskan ketergantungannya dengan manusia lainnya. Teori hanya akan menjadi kata-kata jika tidak dibumikan dalam praktek di alam nyata. Dan hebatnya, hal itu betul-betul beliau realkan dalam kesehariannya khususnya dalam menjalankan tugas.

Kepekaan sosial Pak Situmorang pada persoalan kemiskinan khususnya ketika melihat masyarakat yang tinggal di gubug reot di beberapa tempat di wilayah teritorial Kab. Sidrap mengharuskan dirinya melakukan gerakan peduli pada sesama. Hal ini pun beliau lakukan dengan sepenuh hati. Satu persatu instansi yang mengelola dana dikunjungi dengan membawa profosal kerjasama pembangunan Rumah Tinggal Layak Huni untuk fakir miskin yang ada di Kab. Sidrap seperti Bank, Bulog dan tidak terkecuali di Baznas Sidrap. Beliau datang langsung beserta beberapa anggota TNI kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas Sidrap) lembaga yang kami pimpin mengantar profosalnya. Ini tentu suatu hal yang luar biasa.

Letak keluarbiasaannya menurut saya adalah sangat sulitnya ditemukan seorang pejabat yang mungkin bisa sedikit disejajarkan dengan Bupati mengantar Profosal. Dan bagi Pak Situmorang tentu ini hal yang biasa.

Hasil dari jerih payah ini pun berbuah manis bagi beberapa keluarga miskin. Kurang lebih 30 gubug reot telah dirobohkan dan diganti dengan Rumah Tinggal Yang Layak Huni dan dikerjakan secara sukarela oleh anggota TNI yang bertugas di Wilayah teritorial KODIM 1420 Sidrap. Dan 5 diantaranya adalah kolaborasi dengan Baznas Sidrap.

Atas kolaborasinya dengan Baznas Sidrap maka Baznas pun sudah merencanakan untuk membangun RTLH 2 rumah setiap bulan pada 11 Kecamatan dan bekerjasama dengan KODIM 1420. Akan tetapi hal ini tinggal rencana setelah Pak Situmorang pindah dan menempati jabatan baru sebagai Waaspers Kasdam XIV/Hasanuddin.

Banyak kenangan saya dengan beliau yang tentu tidak mampu terlukiskan semuanya. Tapi ada satu kesan saya yang mungkin lepas dari pandangan semua orang bahwa beliau prajurit pluralis yang humanis.

Sebagai penganut agama Kristen Katolik yang taat, itu tidak menghalanginya untuk dekat dengan tokoh-tokoh muslim. Dan humanismenya terlihat nyata dengan kepeduliannya pada sesama melampaui sekat-sekat agamanya.

Selamat dan sukses terus Pak Komandan. Semoga darma bakti yang diberikan selama bertugas tak lekang oleh panas dan tak laput oleh hujan.

Benteng 19 Pebruari 2021

Penulis: DR. WAHIDIN AR RAFFANY, M.A

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *