TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Berada di Taiwan untuk mengikuti program magang internasional tak membuat Revalina Putri menghentikan proses akademiknya. Mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) itu tetap menjalani seminar proposal penelitian dari luar negeri.
Seminar proposal tersebut berlangsung secara daring pada Kamis (5/11/2026). Sementara Revalina mengikuti kegiatan dari Taiwan, dosen pembimbing dan penguji mengikuti seminar secara langsung di lingkungan FEB UMS Rappang.
Dalam seminar tersebut, Revalina mempresentasikan proposal penelitian berjudul “Analisis Pemanfaatan Website sebagai Media Pendukung Kemudahan Pelayanan pada Usaha Ukasyahid Kabupaten Sidenreng Rappang.”
Seminar dipandu Muh. Wildan Mauludy, A.Md., S.Pd., M.Kom., selaku dosen pembimbing sekaligus Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) program magang internasional. Adapun dosen penguji adalah Dekan FEB UMS Rappang, Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P.
Pelaksanaan seminar secara daring ini menjadi bukti bahwa aktivitas akademik mahasiswa tetap dapat berjalan meskipun berada di luar negeri. Pemanfaatan teknologi digital memungkinkan mahasiswa menjalankan program pengembangan kompetensi sekaligus memenuhi kewajiban akademiknya.
Muh. Wildan Mauludy mengatakan, program magang internasional dirancang tidak hanya untuk memberikan pengalaman kerja di lingkungan global, tetapi juga tetap memperhatikan keberlanjutan studi mahasiswa.
“Magang internasional bukan menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk menyelesaikan proses akademiknya. Kami justru ingin mahasiswa mendapatkan pengalaman, wawasan, dan keterampilan baru di luar negeri tanpa harus mengabaikan kewajiban akademik di kampus,” kata Wildan.
Menurutnya, pengalaman bekerja di lingkungan internasional menjadi nilai tambah bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja. Selain memperoleh pengalaman profesional, peserta juga berkesempatan mendapatkan berbagai manfaat sesuai ketentuan program, termasuk uang saku.
“Kami berharap pengalaman ini dapat meningkatkan kompetensi, kepercayaan diri, dan kemampuan adaptasi mahasiswa. Jadi, ketika kembali ke tanah air, mereka tidak hanya membawa pengalaman akademik, tetapi juga pengalaman profesional yang lebih luas,” tambahnya.
Dekan FEB UMS Rappang, Dr. Apt. Pratiwi Ramlan, S.Farm., M.A.P., turut mendukung pelaksanaan layanan akademik yang fleksibel bagi mahasiswa yang sedang mengikuti program internasional.
Dukungan tersebut diwujudkan melalui koordinasi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dosen penguji, dan program studi sehingga tahapan akademik tetap dapat dilaksanakan sesuai mekanisme yang berlaku.
Dukungan juga datang dari Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad.
Komitmen pimpinan universitas dalam mendorong program internasional menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman dan kompetensi mahasiswa.
Sinergi antara pimpinan universitas, fakultas, program studi, dan dosen diharapkan dapat membuka semakin banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kapasitas diri tanpa menghambat penyelesaian studi.
Seminar proposal Revalina dari Taiwan sekaligus menunjukkan bagaimana teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk mendukung transformasi layanan akademik perguruan tinggi.
Melalui sistem daring dan blended, mahasiswa tetap bisa mengikuti proses pembelajaran, bimbingan, hingga tahapan penelitian meskipun sedang berada di negara lain.
Pengalaman Revalina menjadi gambaran bahwa kesempatan mendapatkan pengalaman internasional dan menyelesaikan pendidikan tinggi dapat berjalan beriringan.
Dari Taiwan, Revalina tetap melangkah dalam proses akademiknya. Magang internasional terus berjalan, pengalaman global semakin bertambah, dan penyelesaian studi tetap menjadi prioritas. (ibe)
















