Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Dana Kapitasi BPJS Dipersoalkan, 5 Pegawai Puskesmas Amparita Belum Dibayar, Isu Jual Beli Screening Mencuat

×

Dana Kapitasi BPJS Dipersoalkan, 5 Pegawai Puskesmas Amparita Belum Dibayar, Isu Jual Beli Screening Mencuat

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Sejumlah pegawai di Puskesmas Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang, mengeluhkan belum diterimanya jasa pelayanan kapitasi dari BPJS Kesehatan meski dana disebut telah dikucurkan.

Dari sekitar 100 orang yang tergabung dalam program screening, terdapat lima pegawai yang hingga kini belum menerima hak mereka. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya di kalangan internal maupun masyarakat.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

“Masih ada lima orang di Puskesmas Amparita yang belum dibayarkan jasa pelayanan kapitasi BPJS sampai sekarang,” ungkap salah satu sumber, Kamis, 23 April 2026.

Tak hanya soal keterlambatan pembayaran, muncul pula dugaan adanya praktik jual beli data screening di lingkungan puskesmas.

Sumber tersebut menyebutkan bahwa sering terjadi keterlambatan input data, bahkan dari puluhan data yang diajukan, hanya sebagian yang dapat masuk ke sistem.

“Kami biasa lambat masukkan data screening. Dari 40 orang yang didaftarkan, kadang hanya 20 yang masuk. Ada dugaan permainan jual beli screening, satu nama dihargai seribu rupiah,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Amparita, Sulastri, membantah tegas adanya praktik jual beli data screening. Ia mengaku tidak pernah mendengar adanya aktivitas tersebut.

“Itu tidak benar. Saya tidak pernah dengar ada jual beli screening,” tegasnya.

Namun demikian, Sulastri mengakui bahwa memang ada lima pegawai yang belum menerima pembayaran jasa kapitasi.

Menurutnya, hal itu disebabkan keterlambatan dalam penginputan data screening oleh pegawai yang bersangkutan.

“Memang ada yang belum dibayarkan karena belum memasukkan data screening. Mereka terlambat, sementara datanya sudah lebih dulu diinput oleh yang lain, jadi tidak bisa masuk,” jelasnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pembayaran dilakukan berdasarkan data yang telah masuk, guna menghindari kecemburuan sosial di antara pegawai.

Sementara itu, target screening tahun ini di Puskesmas Amparita mencapai 21.758 data, dengan pembagian sekitar 180 data per pegawai dalam satu tahun.

Untuk mempercepat pencapaian target, pada bulan Maret setiap pegawai ditargetkan menyelesaikan 100 data lebih awal, sementara sisanya akan dilanjutkan pada periode berikutnya. (ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics