Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Bupati Sidrap Pacu IP300 di Botto, 10 Hektare Sawah Mulai Digarap dengan Rotavator dan Traktor

×

Bupati Sidrap Pacu IP300 di Botto, 10 Hektare Sawah Mulai Digarap dengan Rotavator dan Traktor

Sebarkan artikel ini
filter: 0; fileterIntensity: 0.0; filterMask: 0; captureOrientation: 0; algolist: 0; multi-frame: 1; brp_mask:8; brp_del_th:0.0001,0.0000; brp_del_sen:0.1300,0.0000; motionR: 0; delta:null; bokeh:0; module: photo;hw-remosaic: false;touch: (-1.0, -1.0);sceneMode: 7864320;cct_value: 0;AI_Scene: (-1, -1);aec_lux: 90.72969;aec_lux_index: 0;albedo: ;confidence: ;motionLevel: 0;weatherinfo: null;temperature: 44;

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) terus mempercepat terwujudnya program Intensifikasi Pertanaman (IP) 300 guna meningkatkan produksi pangan daerah.

Salah satu langkah nyata dilakukan di Desa Botto, Kecamatan Pitu Riase, dengan dimulainya penggarapan lahan sawah seluas 10 hektare 50 are, Jumat (7/8/2026).

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Penggarapan lahan tersebut dipimpin langsung Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif.

Sebanyak empat unit rotavator dan traktor diturunkan untuk mempercepat olah tanah sebagai persiapan musim tanam berikutnya.

Syaharuddin mengatakan, percepatan olah lahan menjadi bagian penting dalam mewujudkan target IP300 atau tiga kali tanam dalam setahun.

Menurutnya, semakin cepat lahan diolah setelah panen, semakin besar peluang petani meningkatkan produktivitas dan pendapatan.

Ia menjelaskan, melalui program PM-AAS, Pemerintah Kabupaten Sidrap terus menghadirkan berbagai bantuan mekanisasi pertanian, mulai dari rotavator, traktor hingga dukungan sarana produksi untuk memudahkan petani mengolah lahan secara lebih cepat dan efisien.

“Program ini bertujuan agar petani tidak lagi menunggu terlalu lama untuk kembali menanam. Dengan alat pertanian modern, proses olah lahan menjadi lebih cepat sehingga target IP300 bisa tercapai,” ujar Syaharuddin.

Menurutnya, peningkatan indeks pertanaman menjadi salah satu strategi utama Pemkab Sidrap dalam menjaga posisi daerah sebagai lumbung pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Selain mempercepat pengolahan lahan, pemerintah juga terus memperkuat dukungan melalui pembangunan infrastruktur pertanian, penyediaan air irigasi, bantuan sumur bor listrik, hingga penambahan alat dan mesin pertanian agar produktivitas sawah terus meningkat.

Syaharuddin optimistis, dengan sinergi pemerintah dan kelompok tani, program IP300 di Desa Botto akan menjadi contoh keberhasilan percepatan tanam di Kecamatan Pitu Riase.

“Kami ingin seluruh potensi lahan pertanian di Sidrap dimanfaatkan secara maksimal. Semakin sering petani menanam dan panen, maka pendapatan masyarakat juga akan semakin meningkat,” pungkasnya. (ibe)

 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics