TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP – Di tengah musim kemarau akibat fenomena El Nino yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) justru menunjukkan capaian menggembirakan.
Berkat dukungan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah melalui berbagai program pertanian, lebih dari 51 ribu hektare sawah di Sidrap kini mulai memasuki masa panen.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta berbagai bantuan sarana produksi pertanian mampu menjaga produktivitas lahan meski dihadapkan pada ancaman kekeringan.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, mengungkapkan dari sekitar 52 ribu hektare lahan sawah yang telah ditanami padi, hanya sekitar seribu hektare yang terdampak El Nino.
Sementara lebih dari 50 ribu lebih hektare kini mulai dipanen oleh para petani.
Hal itu disampaikan Syaharuddin saat menghadiri panen perdana Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) di Kelurahan Majjeling, Kecamatan Maritengngae, Kamis (6/8/2026).
Ia menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Sulawesi Selatan dan Menteri Pertanian atas perhatian serta dukungan yang terus diberikan kepada petani Sidrap sehingga mampu melewati musim kemarau tanpa penurunan produksi yang signifikan.
“Dari sekitar 52 ribu hektare lahan pertanian, hanya kurang lebih seribu hektare yang terdampak El Nino. Kini sekitar 50 ribu hektare sudah mulai memasuki masa panen,” ujar Syaharuddin.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan petani mampu menjaga ketahanan pangan di tengah tantangan iklim.
Syaharuddin juga mengungkapkan rasa syukur karena target panen Program PM-AAS seluas 100 hektare berhasil dilampaui.
“Alhamdulillah hasilnya over target. Ini membuktikan bahwa petani Sidrap mampu menjawab kepercayaan pemerintah,” katanya.
Sebagai bentuk penghargaan kepada para petani berprestasi, Pemerintah Kabupaten Sidrap akan memberikan hadiah umrah kepada petani dengan hasil panen tertinggi di kawasan PM-AAS seluas 100 hektare.
Keberhasilan tersebut juga membawa kabar baik bagi sektor pertanian Sidrap. Pemerintah kembali mempercayakan pengembangan Program PM-AAS di wilayah seluas 10 ribu hektare dengan dukungan berbagai bantuan.
Bantuan yang akan diterima petani meliputi benih unggul, pupuk urea sebanyak 300 kilogram, pupuk Phonska 300 kilogram, silika, pupuk organik, hingga dolomit untuk mendukung peningkatan indeks pertanaman (IP) 300.
“Kita tidak ingin mengecewakan Menteri Pertanian. Karena hasilnya melampaui target, Sidrap kembali dipercaya mendapatkan bantuan untuk seribu hektare berikutnya,” tegas Syaharuddin.
Keberhasilan panen di tengah musim kemarau ini semakin mengukuhkan posisi Sidrap sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional yang mampu menjaga produktivitas pertanian melalui inovasi, modernisasi, dan sinergi antara pemerintah dengan para petani. (ibe)
















