TOPNEWS1.ONLINE, MAKASSAR – Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Sulawesi Selatan. Kondisi tersebut membuat masyarakat, khususnya pengendara dan pelaku usaha yang bergantung pada BBM, harus menghabiskan waktu cukup lama untuk mendapatkan bahan bakar.
Antrean bahkan terjadi hingga keluar area SPBU dan berpotensi mengganggu kelancaran lalu lintas. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat mengenai penyebab sebenarnya dari panjangnya antrean tersebut.
Di sisi lain, Pertamina menyatakan stok dan distribusi BBM di Sulawesi Selatan masih tersedia. Pertamina menyebut meningkatnya permintaan, terutama dari sektor logistik dan transportasi, menjadi salah satu faktor terjadinya antrean. Pengawasan terhadap penggunaan BBM bersubsidi juga terus dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan.
Namun, jika stok BBM dinyatakan aman, masyarakat tentu mempertanyakan mengapa antrean masih terjadi di sejumlah SPBU. Pemerintah dan Pertamina perlu memberikan penjelasan yang terbuka mengenai kondisi pasokan, distribusi, serta kemungkinan adanya penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi.
Pemerintah daerah bersama Pertamina dan aparat penegak hukum juga perlu memperketat pengawasan. Apabila ditemukan adanya penyalahgunaan atau pelanggaran dalam distribusi BBM, maka harus diberikan tindakan tegas sesuai aturan.
Masyarakat membutuhkan kepastian, bukan sekadar pernyataan bahwa stok BBM aman. Distribusi harus tepat sasaran, pelayanan harus tertib, dan antrean panjang tidak boleh terus dianggap sebagai hal yang biasa.
Antrean panjang adalah tanda bahwa ada persoalan yang perlu segera diselesaikan. Pemerintah dan Pertamina harus memastikan BBM benar-benar tersedia dan dapat diakses masyarakat secara adil dan transparan. (ibe)

















