TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Komitmen menjaga ketahanan pangan di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) mendapat dukungan dari jajaran TNI.
Pangdivif 3 Kostrad Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto menegaskan, TNI siap bersinergi dengan pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, khususnya dalam menjaga sektor pertanian dan ketahanan pangan.
Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto menilai, perhatian terhadap sektor pertanian harus menjadi prioritas.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh terlalu banyak memikirkan hal lain hingga mengabaikan sektor yang menjadi penopang kehidupan masyarakat.
“Pemerintah daerah memikirkan yang lain, hasilnya pun tidak baik,” katanya.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kondisi lingkungan dan lahan pertanian di Sidrap yang hingga kini dinilai masih mampu mempertahankan kondisi hijau, meskipun sejumlah wilayah menghadapi dampak El Nino.
“Wilayah Sidrap, walaupun seluruh wilayah terkena dampak El Nino, tetapi Kabupaten Sidrap masih hijau. Saya berharap mudah-mudahan sampai kapan pun wilayah Sidrap terus hijau,” harapnya.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu kekuatan Sidrap dalam mempertahankan produktivitas pertanian.
Ia membandingkan hasil produksi pertanian Sidrap dengan sejumlah daerah lain yang produksinya hanya berada pada kisaran lima hingga enam ton.
Sementara itu, Sidrap dinilai masih mampu mempertahankan produktivitas pada angka yang lebih tinggi.
“Di beberapa tempat hasil produksinya hanya sekitar lima sampai enam ton, sementara Sidrap masih mampu mempertahankan di angka lebih dari itu,” ujar Wulan.
Ia menilai capaian tersebut perlu terus dijaga melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, petani, serta seluruh pihak yang berkepentingan dengan sektor pertanian.
Dalam kesempatan tersebut, Mayjen TNI Wulan Nur Yudhanto juga menegaskan komitmen TNI untuk terus mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sidrap.
Menurutnya, TNI memiliki peran untuk membangun kerja sama dengan pemerintah daerah dalam berbagai bentuk, termasuk membantu masyarakat hingga ke tingkat desa.
“TNI itu harus bekerja sama. Apa pun bentuknya, sekecil apa pun yang bisa kami kerjakan, kami akan kerjakan,” tegasnya.
Ia mengakui dukungan TNI memiliki keterbatasan karena setiap institusi memiliki tugas dan kewenangan masing-masing.
Namun, keterbatasan tersebut tidak menjadi alasan bagi TNI untuk tidak hadir membantu masyarakat.
“Mungkin tidak bisa dalam skala besar karena kita ada batasan-batasan. Di sini ada kewilayahan yang dipimpin oleh Pangdam, dan itu yang akan bersama pemerintah. Ada anggota kami sampai di desa-desa,” jelasnya.
Menurutnya, keberadaan personel TNI hingga ke wilayah desa menjadi modal penting untuk memperkuat pendampingan kepada masyarakat sekaligus membantu pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
Ia berharap sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dapat terus diperkuat sehingga potensi pertanian Sidrap tetap terjaga dan produktivitas petani dapat terus meningkat.
“Harus bekerja sama. Apa pun yang bisa kami lakukan, akan kami lakukan untuk mendampingi masyarakat,” pungkasnya. (ibe)

















