TOPNEWS1.ONLINE, PINRANG– Sekelompok mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di Jalan Poros Pinrang-Polman, tepatnya di depan patung lasinrang kabupaten Pinrang, Sulsel.
Namun aksi membakar ban ini mendapat reaksi dari beberapa emak-emak yang rumahnya berdekatan dengan lokasi aksi. Para emak-emak ini menolak massa membakar ban sebab asapnya masuk ke rumah mereka.
Emak-emak itu pun sempat bersitegang dengan massa yang melakukan demo. Bahkan, emak-emak ikut menyiram massa yang berdemo dengan air.
“Silahkan demo, jangan bakar ban, Biar seharian demo asal tidak membakar ban, kami tidak ada hak untuk melarang,” kata Tahira.
Tahira mengatakan jika asap tebal sangat menggangu aktifitas warga sekitar, karena asap hitam dan tebal.
“Sangat menganggu ini, karena asapnya masuk kedalam rumah, dan menjadi polusi,” ujarnya.
Aksi demo tersebut pun terus berlanjut hingga pukul 12.00 Wita. Massa mengabaikan emak-emak yang hendak membubarkan aksi mereka.
Diketahui, demo tersebut merupakan aksi yang dilakukan oleh Ikatan Pelajar Mahasiswa Pattinjo (IPMP) Pinrang dan sejumlah warga. Mereka menuntut pengadaan listrik di Dusun Peppangan, Desa Rajang, Kecamatan Lembang, Pinrang.
Jendral Lapangan Andi Conet dalam orasinya mengatakan, massa aksi mahasiswa menjelaskan sudah 32 tahun semenjak salah satu PLTA terbesar di Sulsel yakni PLTA Bakaru diresmikan, namun semenjak itu pula warga di Dusun Peppangan tak menikmati listrik. Padahal lokasi mereka dari PLTA Bakaru hanya beberapa kilometer saja.
“Di sana ada PLTA Bakaru yang sangat dekat dengan Dusun Peppangan, namun kami masyarakat belum bisa menikmati listrik hingga sekarang,” kata Andi Conet. (dso/Ibe)

















