TOPNEWS1.ONLINE.PINRANG. — Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (UNHAS), Illyin Aulia, melaksanakan program kerja individu berupa pemetaan perubahan garis pantai dan identifikasi wilayah yang berpotensi mengalami abrasi di Desa Lotang Salo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Selasa, 11 Agustus 2026.
Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kondisi garis pantai Desa Lotang Salo dalam kurun waktu 2017 hingga 2026. Pemetaan tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai dinamika wilayah pesisir serta menjadi informasi awal dalam mengenali kawasan yang mengalami perubahan garis pantai.
Dalam pelaksanaannya, Illyin Aulia memanfaatkan citra satelit dan data spasial untuk mengidentifikasi posisi garis pantai pada beberapa tahun pengamatan. Data tersebut kemudian dibandingkan untuk melihat pergeseran garis pantai yang terjadi selama periode 2017–2026.
Hasil analisis selanjutnya diolah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan divisualisasikan dalam bentuk peta perubahan garis pantai. Melalui peta tersebut, perubahan posisi garis pantai dapat terlihat secara spasial, termasuk wilayah yang menunjukkan kecenderungan mengalami abrasi maupun akresi.
Abrasi merupakan proses pengikisan daratan oleh aktivitas laut yang dapat menyebabkan garis pantai mengalami kemunduran. Sementara itu, akresi merupakan proses bertambahnya daratan akibat adanya pengendapan material. Kedua proses tersebut merupakan bagian dari dinamika kawasan pesisir yang dapat menyebabkan perubahan bentuk dan posisi garis pantai dari waktu ke waktu.
Menurut Illyin Aulia, pemetaan ini dilakukan untuk memberikan informasi yang lebih mudah dipahami mengenai kondisi perubahan garis pantai di Desa Lotang Salo.
“Melalui pemetaan ini, saya ingin melihat perubahan garis pantai Desa Lotang Salo selama periode 2017–2026 dan memberikan gambaran mengenai wilayah pesisir yang mengalami perubahan. Harapannya, hasil pemetaan ini dapat menjadi informasi awal bagi masyarakat maupun pemerintah desa dalam memahami kondisi wilayah pesisir,” ujar Illyin.
Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penerapan ilmu kelautan dan teknologi pemetaan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Informasi yang disajikan dalam bentuk peta diharapkan dapat membantu masyarakat melihat perubahan garis pantai secara lebih jelas dibandingkan hanya melalui informasi deskriptif.
Hasil pemetaan ini diharapkan dapat menjadi salah satu informasi awal bagi Desa Lotang Salo dalam mengenali perubahan wilayah pesisir dan meningkatkan perhatian terhadap kawasan yang mengalami perubahan garis pantai. Data tersebut juga dapat menjadi bahan pendukung untuk pengelolaan wilayah pesisir secara lebih berkelanjutan.
Mahasiswa KKN-T Inovasi Desa Gel. 116 Universitas Hasanuddin, Illyin Aulia, menunjukkan hasil pemetaan perubahan garis pantai Desa Lotang Salo berdasarkan analisis periode 2017–2026 sebagai bagian dari identifikasi wilayah yang berpotensi mengalami abrasi, di Desa Lotang Salo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, (Illyin Aulia/DS).
















