TOPNEWS1.ONLINE.PINRANG. – Potensi Desa Lotang Salo, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, tidak hanya diperkenalkan kepada masyarakat sekitar. Melalui sebuah video promosi berbahasa Inggris, berbagai sisi kehidupan desa mulai dari potensi wisata, lingkungan, hingga aktivitas masyarakat dikemas dalam bentuk audiovisual agar dapat dikenal oleh lebih banyak orang.
Video tersebut merupakan hasil program kerja individu Julia Rhica mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, dengan program “Pembuatan Konten Video Promosi Desa Berbahasa Inggris (Dokumentasi Perkenalan Desa)
Dalam video tersebut, Desa Lotang Salo diperkenalkan melalui sejumlah potensi yang dimilikinya. Kehidupan masyarakat, kawasan pesisir, aktivitas sehari-hari, serta potensi wisata desa menjadi bagian dari cerita yang ditampilkan. Informasi mengenai desa disampaikan dalam bahasa Inggris dengan menggunakan kalimat yang sederhana agar tetap mudah dipahami oleh penonton.
Pembuatan video ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan kondisi Desa Lotang Salo, tetapi juga memperkenalkannya melalui media digital. Video dibuat dengan mengambil berbagai gambaran kehidupan desa secara langsung, kemudian disusun menjadi sebuah video profil yang dapat digunakan sebagai bahan promosi.
Julia Rhica mengatakan bahwa penggunaan bahasa Inggris dipilih agar video tersebut dapat menjangkau penonton yang lebih luas, terutama mereka yang berasal dari luar daerah maupun calon wisatawan yang menggunakan bahasa Inggris.
“Saya ingin memperkenalkan Lotang Salo bukan hanya dari satu sisi, tetapi melalui apa yang ada dan bagaimana kehidupan masyarakatnya. Karena program ini menggunakan bahasa Inggris, saya berharap videonya bisa menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan desa kepada penonton yang lebih luas,” ujar Julia.
Desa Lotang Salo sendiri tercatat sebagai salah satu desa wisata di Kabupaten Pinrang. Berdasarkan profil Desa Wisata Lotang Salo pada platform Jadesta Kementerian Pariwisata, desa ini memiliki potensi wisata alam, budaya, dan buatan. Beberapa atraksi yang tercatat di antaranya wisata budaya Tari Bosara, kegiatan pembuatan gula aren, diving, jetski, serta berbagai produk dan aktivitas wisata lainnya.
Selain menampilkan potensi wisata, video juga memperlihatkan sisi lain Desa Lotang Salo yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Hal tersebut penting karena daya tarik sebuah desa wisata tidak hanya terletak pada tempat yang dapat dikunjungi, tetapi juga pada kehidupan, aktivitas, dan karakter masyarakat yang ada di dalamnya.
Hasil video ini selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai media promosi melalui media sosial maupun platform digital lainnya. Dengan format audiovisual dan penggunaan bahasa Inggris, konten tersebut diharapkan dapat membantu memperkenalkan Desa Lotang Salo kepada masyarakat di luar daerah sekaligus membuka peluang agar desa lebih mudah dikenal oleh calon wisatawan dari berbagai latar belakang.
Bagi Julia, pembuatan video ini menjadi kesempatan untuk menerapkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus keterampilan membuat konten ke dalam program yang dapat dimanfaatkan oleh desa.
“Saya berharap video ini tidak berhenti sebagai dokumentasi kegiatan KKN. Semoga nantinya bisa digunakan kembali oleh desa sebagai salah satu bahan untuk memperkenalkan Lotang Salo melalui media sosial atau platform digital lainnya,” tambahnya.
Melalui video promosi berbahasa Inggris ini, potensi Desa Lotang Salo diharapkan dapat terdokumentasi dengan lebih baik dan memiliki media pengenalan yang dapat digunakan dalam jangka panjang. Program tersebut juga menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN-T 116 Unhas dalam memperkenalkan potensi desa melalui media digital.(Julia/DS)
















