Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Dosen Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang Lolos Program Pengabdian kepada Masyarakat Batch II Tahun 2025

×

Dosen Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang Lolos Program Pengabdian kepada Masyarakat Batch II Tahun 2025

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Salah satu dosen Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang pengabdian kepada masyarakat.

Dosen tersebut berhasil lolos sebagai penerima pendanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Batch II Tahun Anggaran 2025 dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Program pengabdian yang diusulkan mengangkat tema “Pemberdayaan Perempuan: Literasi Kebijakan dan Digitalisasi Partisipasi Publik di Desa Sipodeceng”, yang berfokus pada peningkatan kapasitas perempuan desa dalam memahami kebijakan publik serta mendorong partisipasi aktif melalui pemanfaatan teknologi digital.

Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi akademisi dalam menjawab tantangan pembangunan desa yang inklusif dan berkelanjutan.

Keberhasilan ini sejalan dengan Catur Dharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, khususnya dharma pengabdian kepada masyarakat, yang menekankan pentingnya peran aktif dosen dalam memberdayakan komunitas lokal melalui pendekatan berbasis keilmuan, nilai-nilai Islam, dan transformasi sosial.

Selain itu, kegiatan ini juga mendukung dharma pendidikan dan pengajaran, karena menjadi wahana pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa yang terlibat langsung dalam proses pemberdayaan.

Lebih jauh lagi, program ini memiliki potensi menghasilkan produk ilmiah dan inovasi, sehingga memberi kontribusi pula terhadap dharma penelitian dan Al-Islam Kemuhammadiyahan.

Kegiatan ini menandai komitmen Prodi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang dalam membangun jejaring kolaboratif dan mengintegrasikan keilmuan vokasional dengan isu-isu strategis pembangunan, termasuk pemberdayaan gender, transformasi digital, dan penguatan kapasitas desa.

Diharapkan program ini mampu menjadi model pemberdayaan perempuan desa berbasis literasi kebijakan dan teknologi, sekaligus memperkuat peran perguruan tinggi dalam proses pembangunan nasional. (ibe) 

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics