Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
SIDRAP

Dihadapan Mahasiswa, Polisi Sidrap Tegaskan ‘Gas’ Kasus Penipuan: 10 Laporan Masuk

×

Dihadapan Mahasiswa, Polisi Sidrap Tegaskan ‘Gas’ Kasus Penipuan: 10 Laporan Masuk

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Tekanan dari Aliansi PMII Sidrap bukan sekadar aksi jalanan. Di hadapan mahasiswa, aparat kepolisian menunjukkan respons cepat dan sikap tegas kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilaporkan warga dipastikan terus berjalan, bukan mandek di tengah jalan.

Audiensi terbuka yang berlangsung dinamis namun tetap kondusif itu menjadi panggung klarifikasi sekaligus komitmen. Kepolisian memastikan bahwa penanganan perkara sudah memasuki tahap penyelidikan serius, bukan sekadar wacana.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Kasat Reskrim, AKP Wefrick Ambarita, membeberkan fakta yang langsung menyita perhatian publik. Hingga saat ini, sudah ada 10 laporan resmi yang masuk ke meja penyidik terkait dugaan penipuan dan penggelapan.

“Ini bukan perkara kecil. Laporan yang kami terima terus bertambah. Saat ini sudah 10 pelapor, dan semuanya sedang dalam proses,” tegasnya, Selasa (29/4/2026).

Ia menekankan bahwa proses hukum tidak dilakukan secara gegabah. Semua tahapan berjalan berdasarkan prinsip due process of law—artinya setiap langkah harus didukung alat bukti yang sah, bukan sekadar tekanan publik atau opini.

Namun yang paling mencuri perhatian adalah sikap terbuka kepolisian terhadap dugaan adanya “main belakang”. Wefrick menegaskan, institusi tidak akan melindungi oknum jika terbukti menyimpang.

“Kalau ada yang bertindak di luar kewenangan, silakan laporkan ke Propam. Kami pastikan akan ditindak tegas,” ujarnya.

Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa integritas institusi tetap dijaga, namun ruang penindakan terhadap oknum tetap terbuka lebar.

Di sisi lain, Ketua PMII Sidrap, Erwin Putra, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Ia mendesak transparansi penuh tanpa tebang pilih.

“Kami tidak mau ada yang ditutup-tutupi. Semua harus diungkap, siapa pun yang terlibat,” katanya.

Aksi mahasiswa ini bukan hanya bentuk tekanan, tetapi juga pengingat bahwa publik terus mengawasi jalannya penegakan hukum. Bagi kepolisian, ini menjadi momentum penting untuk membuktikan komitmen mereka.

Dengan jumlah pelapor yang terus bertambah, kasus ini kini menjadi sorotan luas. Publik menunggu pembuktian nyata: apakah kasus ini akan dibongkar hingga ke akar, atau justru berhenti di tengah jalan.

Sejauh ini, satu hal ditegaskan proses tetap berjalan, hukum tetap ditegakkan, dan kepercayaan publik menjadi taruhan utama. (Ibe)

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics