Yang bersangkutan sering melontarkan kata-kata yang tidak mencerminkan dirinya sebagai pendidik maupun sebagai pimpinan.
Selanjutnya, yang bersangkutan tidak mampu mecahkan dan mencari solusi yang baik terhadap berbagai permasalahan yang terjadi disekolah.
Tidak ada lagi hubungan harmonis antara kepala sekolah dan bawahan. Tidak ada pengalokasian dana untuk kegiatan ekstrakurikuler sehingga kegiatan ekskul siswa (PMR, Seni, Pramuka,dll) tidak ada yang jalan.
Kemudian keluhan tenaga honorer yang insetifnya bulanannya dipotong 1 bulan, semetara daftar penerimaan disuruh tanda tangan selama 5 bulan tapi yang diterimakan cuma 4 bulan.
Tenaga pendidik dan Kependidikan beharap ada penyegaran kepemimpinan di UPT SMPN 6 Pangsid demi pemulihan kondisi dan perkembangan sekolah kedepannya.
Kepala Disdikbud Sidrap, Faisal Sehuddin mengatakan, surat mosi tidak percaya telah diterima dan saat ini sedang berproses serta memintai sejumlah keterangan dari pendidik dan tenaga kependidikan di SMPN 6 Pangsid.
“Yah, surat mosi tidak percaya terhadap Plt Kepsek SMPN 6 Pangsid, Hj Mahira telah kami terima dan sementara berproses. Kita tunggu saja info selanjutnya,” ujarnya. (dso/Ibe)
















