Suardi menyatakan kabupaten Barru yang dikenal sebagai pusat pengembangan sapi Bali di Indonesia. Bahkan hal ini didukung dengan adanya MOU antara Pemkab dengan Kementan sebagai Pusat Pembibitan Sapi Bali melalui SK Kementerian Pertanian.
“Alhamdulillah pihak Pemkab telah menindaklanjuti MOU ini dengan menerbitkan Perda Nomor 2 tahun 2016 sehingga saat ini dari pembibitan tersebut telah dihasilkan populasi sapi sebanyak 61.012 ekor, kambing 6.200 dan kerbau 277 ekor,” kata Suardi.
Pasang Iklan Anda DisiniPasang Iklan Anda Disini
Bupati dua periode ini juga menjelaskan bahwa dari keseluruhan populasi ternak( Sapi, kambing dan kerbau) di Barru sudah divaksin sebanyak 12.302 ekor artinya telah mencapai 86 persen dan ada 2.903 yang dilakukan penandaan atau capaian sekitar 98 persen.
Suardi menambahkan bahwa sejak PMK mewabah di Barru sejak 23 Agustus 2022 sempat menimbulkan keresahan masyarakat.
“Khususnya para pemilik ternak. Ketika itu ada 5 sapi mati karena dugaan serangan PMK. Saat itu ada 1.604 sapi yang terindikasi kasus PMK,” ujarnya.
Pasca PMK lalu muncul lagi penyakit Jembrana menyerang ternak sapi di Barru, kata Suardi. Ternyata serangan Jembrana lebih parah karena ada sekitar 53 ekor sapi yang mati dan sebanyak 90 ekor yang dijual paksa.
Tetapi Alhamdulillah pada tanggal 26 januari 2023 kabupaten Barru dinyatan Zero PMK dan Jembrana. Meski begitu kita tidak boleh lengah dengan keadaan itu. Tetapi kita harus lebih waspada.
“Makanya kami sebagai pemerintah daerah merasa bersyukur dengan penunjukkan kabupaten Barru sebagai Pusat Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan PMK tingkat nasional, dan hari ini akan divaksin 100 ekor sapi,” pungkasnya.
Turut Hadir Menteri Pertanian RI Bapak DR. H. Syahrul Yasin Limpo, SH.,M.Si.,MH bersama Rombongan, Pj. Sekprov Sulawesi Selatan, Dr H Aslam Patonangi,SH.M.Si beserta rombongan, Anggota DPR RI Komisi IX sekaligus Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Barru Ibu drg. Hj. Hasnah Syam, MARS, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Bapak DR. Ir. Nasrullah, M.Si, Direktur Kesehatan Hewan Ibu DR. drh.Nuryani Zainuddin, M.Si beserta rombongan, Para Bupati, wakil bupati, Sekda kab/kota Se Sulawesi Selatan , Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Ibu drh.
Nurlina Saking, M.Kes ., MH bersama rombongan, dan Unsur FORKOPIMDA Kab. Barru. (hms/sw)
















