TOPNEWS1.ONLINE.BARRU.–.Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan yang memerlukan perhatian bersama. Upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan pada ibu hamil dan balita, tetapi juga perlu dimulai sejak masa remaja, khususnya pada remaja putri sebagai calon ibu.
Sebagai bentuk kontribusi dalam mendukung upaya tersebut, Sri Wahyuni Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin melaksanakan kegiatan penyuluhan “Gerakan Remaja Sehat: Edukasi Tablet Tambah Darah sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini” di UPTD SMP Negeri Satap 9 Barru, Desa Garessi, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi dan wawancara awal yang menunjukkan bahwa masih banyak remaja putri yang belum mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) secara rutin.
Selain itu, sebagian besar siswi belum pernah mendapatkan edukasi mengenai hubungan konsumsi TTD dengan upaya pencegahan stunting sejak dini. Kondisi tersebut menyebabkan masih rendahnya pemahaman remaja putri mengenai pentingnya menjaga kecukupan zat besi sejak masa remaja sebagai persiapan kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting pada generasi mendatang.
Penyuluhan diikuti oleh siswi remaja putri UPTD SMP Negeri Satap 9 Barru. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan awal peserta, dilanjutkan dengan penyampaian materi menggunakan media PowerPoint (PPT) mengenai pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah, manfaat zat besi bagi kesehatan remaja putri, serta hubungan konsumsi TTD dengan pencegahan stunting sejak dini. Setelah penyampaian materi, kegiatan ditutup dengan post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pengetahuan peserta.
Penanggung jawab kegiatan, Sri Wahyuni, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja putri agar lebih memahami pentingnya mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin sebagai langkah menjaga kesehatan sejak usia remaja.
“Melalui kegiatan ini kami berharap remaja putri memahami bahwa konsumsi Tablet Tambah Darah bukan hanya bertujuan menjaga kesehatan saat ini, tetapi juga menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan kesehatan reproduksi dan mendukung pencegahan stunting pada generasi mendatang,” ucap Sri Wahyuni.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari pihak sekolah yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa KKN-PK Universitas Hasanuddin untuk melaksanakan edukasi kesehatan kepada peserta didik.
Kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan tenaga kesehatan diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan serta mendorong perubahan perilaku remaja putri dalam mengonsumsi Tablet Tambah Darah secara rutin.
Pelaksanaan kegiatan “Gerakan Remaja Sehat: Edukasi Tablet Tambah Darah sebagai Upaya Pencegahan Stunting Sejak Dini” juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan ke-3 (Good Health and Well-being), yaitu menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua usia.
Melalui edukasi ini diharapkan terbentuk generasi remaja putri yang lebih sehat, memiliki kesadaran terhadap pentingnya konsumsi Tablet Tambah Darah, serta berperan dalam upaya pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan penyuluhan ini menjadi salah satu bentuk nyata pengabdian Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin kepada masyarakat melalui edukasi kesehatan yang berbasis kebutuhan di lapangan.
Harapannya, ilmu yang diberikan dapat meningkatkan pengetahuan, menumbuhkan kesadaran, serta mendorong perubahan perilaku remaja putri dalam menjaga kesehatan diri sebagai investasi bagi generasi yang lebih sehat di masa depan. (Nn).
















