TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Sebanyak 130 rumah di Dusun Langgara dan Lariu, Desa Tanatoro, Kecamatan Pitu Riase, Kabupaten Sidrap belum teraliri listrik PLN.
Umumnya 178 Kepala Keluarga (KK) yang berdomisili dipermukiman tersebut masih memakai pelita atau lilin sebagai penerangan pada malam hari.
Sebagian pula ada yang menggunakan mesin ganset berbahan bakar solar bantuan dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sidrap, pada April 2020.
Itupun penerangan dari mesin genset sangat terbatas, hanya beberapa rumah yang bisa dialiri listrik dengan batas waktu menyala mulai pukul 18.00 hingga 21.00 malam.
Sementara untuk bahan bakar yang digunakan dalam waktu 4 jam sebanyak 3 liter solar. Itu diambil dari swadaya masyarakat setempat.
Warga di wilayah pelosok yang jaraknya kurang lebih 6 Kilometer (km) dari pusat Desa Tanatoro sangat membutuhkan aliran listrik PLN.
Selain aliran listrik, warga juga sangat mengidamkan perbaikan infrastruktur jalan desa agar mereka lebih mudah mengangkut hasil bumi seperti cengkeh, coklat, kemiri, merica dan gula merah.
Sultan warga setempat mengaku selama ini warga di tempat tinggalnya itu sangat kesulitan untuk mendapatkan penerangan.
“Beginilah kondisi di permukiman kami. Selain akses jalur transportasi yang sulit dilalui kendaraan juga penerangan aliran listrik PLN belum kita nikmati,” ucapnya, Senin, 27 Juli 2020.
Kepala Desa Tanatoro, Abdullah Paba mengatakan, sering berkoodinasi dengan pemerintah daerah dan pihak PLN untuk memasukkan aliran listrik di wilayah itu.
Namun kendala utamanya adalah jalan menuju desa Tanatoro, termasuk ke dusun Langgara dan Lariu sangat sulit dilalui mobil pengangkut material.
Menurutnya, pihaknya tidak bisa melakukan peningkatan pembangunan desa terlalu banyak, sebab sulitnya material bahan bangunan masuk ke desa tersebut.
“Akibat akses jalur transportasi yang sulit dilalui mobil pengangkut material membuat desa kami menjadi desa tertinggal di Sidrap,” ucapnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap optimis untuk melakukan peningkatan pembangunan menuju desa berkembang jika jalur transportasi ke desa tersebut sudah bagus.
“Yah, bukan saja aliran listrik bisa masuk. Jaringan celuler dan pembangunan lainnya juga bisa kita adakan jika jalur transportasinya sudah bagus,” terangnya.
Lebih jauh, Abdullah Paba didampingi Sekdes Tanatoro, Makkatang menyebut jumlah penduduk di desa itu sebanyak 1.923 jiwa dengan jumlah 550 kepala keluarga (kk).
Desa yang berjarak 54 km dari pusat kota Kabupaten Sidrap itu memiliki 7 dusun yang didalamnya terdapat 4 sekolah SD/SMP Negeri Satap, 8 masjid dan 4 Mushallah.
Adapun sumber perekonomian warga di desa tersebut yakni marica dengan hasil bumi mencapai 150 ton pertahun, cengkeh 50 ton pertahun.
Kemudian coklat 60 ton pertahun. Begitupula dengan tanaman kemiri menghasilkan 300 ton pertahun, serta gula merah 200 ton pertahun. (erw/mds)

















