TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Penyebaran virus corona atau covid-19 yang masih terus terjadi di Kabupaten Sidrap, Sulawesi Selatan membuat sekolah ditutup sementara.
Proses belajar mengajar dialihkan ke media dalam jaringan (daring). Namun berbeda halnya di Desa Tanatoro, Kecamatan Pitu Riase, Sidrap.
Wilayah ini merupakan salah satu desa terjauh dari ibu kota kabupaten dengan jarak 54 kilometer (km) dibagian timur Sidrap.
Anak sekolah di daerah terpencil ini sebagian besar tidak menggunakan media jaringan karena jaringan celuler tidak ada serta tidak memiliki Hp android.
Mereka justru belajar secara kelompok di tepi jurang sejak tiga bulan terakhir akibat wabah covid-19 yang terjadi di kabupaten Sidrap.
Dilokasi, mereka mengerjakan tugas dengan beralaskan papan sebagai tempat duduk maupun menulis, serta daun pohon aren sebagai atap untuk berteduh.
Jarak dari sekolah dengan lokasi tempat mereka mengerjakan tugas secara kelompok lebih dari 4 kilometer.
Meski penuh keterbatasan, mereka tetap penuh semangat dan antusias mengerjakan tugas-tugas yang telah diberikan oleh guru mata pelajaran masing-masing.
Disamping itu, mereka belajar dengan tetap menjaga protokol kesehatan sesuai arahan guru dan kepala sekolah.
Kepala SD/SMP Negeri Satap 11 Batu, Baharuddin mengatakan, anak-anak muridnya belajar di tepi jurang itu sudah lama sejak sekolah ditutup sementara akibat wabah covid-19.
“Sebagian besar anak-anak kesini untuk mengerjakan tugas secara kelompok yang telah diberikan oleh guru,” ucapnya, Senin, 27 Juli 2020.
Mereka belajar kelompok, kata Baharuddin lantara banyaknya siswa yang tidak punya hp android, disisi lain jaringan sangat susah.
Dilokasi itu, katanya anak-anak sudah terbiasa dan tidak takut meski mengerjakan tugas di tepi jurang. Mereka setiap saat juga didampingi oleh guru pembimbing.
Mereka memilih lokasi itu karena titik tersebut terdapat jaringan celuler yang sulit ditemukan di tempat lain. Anak-anak juga sewaktu-waktu belajar mengajar melalui media daring bagi yang memiliki hp android.
Baharuddin berharap agar wabah covid-19 ini cepat hilang supaya anak-anak kembali melakukan aktivitas belajar mengajar di sekolah mereka. (erw/mds)

















