TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kondisi sejumlah pekerjaan infrastruktur di jalur trans provinsi wilayah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menuai sorotan.
Sejumlah talud yang baru dikerjakan ditemukan mengalami keretakan, pengelupasan hingga bagian beton yang terlihat rapuh.
Temuan tersebut terlihat saat awak media melakukan penelusuran langsung di sejumlah lokasi pekerjaan.
Secara kasatmata, terdapat bagian konstruksi yang menunjukkan kerusakan dan dinilai perlu mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Panca Lautang, tepatnya di depan SD 4 Bilokka.
Pada proyek pembangunan talud tersebut, tampak sejumlah bagian konstruksi mengalami retak dan kerusakan.
Tak hanya retak, material pada beberapa bagian juga terlihat mengelupas dan pecah.
Pecahan talud yang ditemukan di sekitar lokasi tampak rapuh dan mudah hancur ketika diremas.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kualitas material serta proses pelaksanaan pekerjaan.
Masyarakat berharap pihak berwenang melakukan pemeriksaan teknis untuk memastikan konstruksi yang dibangun telah sesuai spesifikasi dan standar mutu yang ditetapkan.
Sorotan juga muncul dari aspek keselamatan kerja. Sejumlah pekerja yang berada di lokasi terpantau tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap.
Selain itu, terdapat dugaan adanya pekerja yang masih di bawah umur.
Temuan tersebut masih memerlukan klarifikasi dari pihak terkait untuk memastikan apakah benar terjadi pelanggaran ketentuan ketenagakerjaan maupun standar keselamatan kerja.
Masyarakat berharap proyek yang menggunakan anggaran pemerintah tersebut tidak hanya selesai secara administratif, tetapi juga memiliki kualitas konstruksi yang baik dan mampu bertahan dalam jangka panjang.
Sementara itu, Kepala Dinas PU Sidrap, Abdul Rasyid, saat dikonfirmasi menegaskan bahwa pekerjaan talud tersebut bukan merupakan proyek yang dikerjakan oleh Dinas PU Sidrap.
“Itu PU Provinsi yang kerja, Bumi Karsa. Kami hanya sekadar pendamping jika mereka turun melakukan pengecekan di lokasi,” ujar Abdul Rasyid, Rabu (2/9/2026).
Dengan adanya temuan tersebut, perhatian kini tertuju kepada pihak pelaksana dan instansi terkait untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi fisik talud serta memastikan kualitas pekerjaan telah memenuhi ketentuan teknis yang berlaku. (Ibe)

















