TOPNEWS1.ONLINE, SIDRAP — Kesuksesan tidak selalu lahir dari modal besar. Kisah Agus Junarto, pemuda asal Desa Ajubissue, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), menjadi bukti bahwa keberanian memulai dan kemauan untuk terus belajar dapat membuka jalan menuju kesuksesan.
Perjalanan Agus membangun usaha sablon dan percetakan bermula sejak masih duduk di bangku kuliah pada awal 2019. Sebelum membuka usaha sendiri, ia terlebih dahulu mengikuti seorang senior di kampus untuk belajar sekaligus mencari pengalaman di dunia sablon dan percetakan.
Dari pengalaman tersebut, muncul keinginan untuk mencoba membangun usaha sendiri sembari menyelesaikan perkuliahan. Namun, persoalan modal menjadi tantangan pertama yang harus dihadapi.
Agus pun mengambil keputusan berani. HP miliknya dijual dan ditambah sedikit modal dari orang tua. Uang tersebut kemudian digunakan untuk membeli peralatan sablon secara bertahap sesuai kemampuan.
“Perjalanan saya membangun usaha sablon dan percetakan tidak dimulai dengan modal yang besar. Semuanya berawal dari keinginan untuk belajar, keberanian mengambil kesempatan, dan kemauan untuk terus mencoba,” ujarnya.
Peralatan pertama yang dibeli Agus berupa meja sablon single rotary. Alat tersebut hanya mampu digunakan untuk memproduksi satu kaos dalam satu proses. Akibatnya, ketika mendapat pesanan dalam jumlah banyak, waktu pengerjaan menjadi cukup panjang.
Namun, keterbatasan itu tidak membuatnya menyerah. Agus mulai menawarkan jasanya kepada teman, kerabat, masyarakat sekitar kampung hingga lingkungan kampus. Setiap pesanan dikerjakan sebaik mungkin sembari terus memperkenalkan usahanya.
Butuh waktu sekitar satu hingga dua tahun hingga pelanggan mulai berdatangan dari luar lingkungan tersebut.
Seiring meningkatnya pesanan dan modal yang mulai terkumpul, Agus kembali melakukan pengembangan. Meja sablon yang sebelumnya hanya memiliki satu papan ditingkatkan menjadi 12 papan.
Perubahan tersebut membuat kapasitas produksi meningkat drastis. Jika sebelumnya hanya mampu mengerjakan satu kaos dalam satu proses, kini hingga 12 kaos dapat dikerjakan dalam sekali proses.
Tak berhenti di situ. Memasuki 2021, Agus mulai memperluas usahanya dengan membuka konveksi sendiri. Ia membeli mesin jahit dan mulai belajar memproduksi pakaian secara mandiri.
Usaha yang awalnya hanya menerima jasa sablon kini berkembang menjadi usaha yang mampu memproduksi kaos dan jersey sendiri, lengkap dengan proses penyablonannya.
Bagi Agus, perjalanan tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa membangun usaha tidak harus menunggu memiliki modal besar maupun peralatan lengkap. Menurutnya, keberanian memulai, kemauan belajar dan konsistensi menjadi modal penting untuk berkembang.
“Keterbatasan bukan penghalang untuk bermimpi. Selama ada kemauan untuk belajar dan keberanian untuk memulai, selalu ada jalan untuk berkembang,” katanya.
Kini, usaha yang dirintis dari hasil menjual HP tersebut terus dikembangkan Agus melalui brand Twojuh Apparel. Ia berharap usahanya dapat semakin berkembang dan membuka lebih banyak peluang di bidang sablon dan konveksi.
Bagi mereka yang ingin melihat produk atau menghubungi Twojuh Apparel, usaha tersebut dapat ditemukan melalui TikTok dan Instagram dengan nama Twojuh Apparel, atau WhatsApp di nomor 085397974470. (ibe)

















