Menurutnya, ada beberapa SD yang sudah melakukan dengan metode paperless, yakni kelas 4,5, dan 6 SDN 9 Bila, SDN 2 Teteaji, dan SDN 2 Batu serta beberapa lainnya. Namun ada juga yang masih berbasis kertas.
“Kalau SMP semua gunakan teknologi,” katanya.
Pasang Iklan Anda DisiniPasang Iklan Anda Disini
Hingga saat ini kata Faisal Sehuddin, Disdikbud Sidrap terus mendorong seluruh satuan pendidikan baik itu tingkat sekolah dasar ataupun menengah pertama untuk dapat memanfaatkan kecanggihan teknologi dalam sistem pembelajarannya.
“Hasil penilaian akhir semester bukan saja berupa nilai atau angka-angka yang akan mereka lihat di rapor, namun lebih kepada pembentukan karakter. Karakter-karakter unggul ini akan menjadi bekal utama mereka dalam menghadapi tantangan hidup siswa,” jelasnya.
Faizal Sehuddin berharap agar penilaian akhir semester ganjil tahun ajaran 2022/2023 ini berjalan dengan baik berkat kerja sama antara pihak sekolah dengan orang tua serta pihak lainnya, guna mewujudkan sumber daya manusia berkualitas.
“Kita juga mengharapkan agar kualitas kompetensi yang baik dan karakter pribadi yang unggul dapat menjadi jembatan untuk meraih cita-cita dan kesuksesan hidup,” pungkasnya. (dso/Ibe)
















