Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BONE

Rezky Amelia, Mahasiswi KKN-T Pemberdayan Desa 116 Unhas Gelar “Pembuatan Silase” Di Desa Hulo.

×

Rezky Amelia, Mahasiswi KKN-T Pemberdayan Desa 116 Unhas Gelar “Pembuatan Silase” Di Desa Hulo.

Sebarkan artikel ini

TOPNEWS1.ONLINE.BONE. — Rezky Amelia, mahasiswi Fakultas Peternakan ,Mahasiswa KKN-T Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin melaksanakan program kerja pada hari Sabtu, 18 juli 2026 yaitu “Pembuatan Silase” di Desa Hulo, Kecamatan Kahu, Kabupaten Bone

Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, khususnya peternak, dalam mengolah hijauan pakan menjadi silase sebagai pakan ternak yang berkualitas, tahan lama, dan tersedia sepanjang tahun.

Pasang Iklan Anda Disini
Pasang Iklan Anda Disini

Kegiatan ini dipandu dan diawasi oleh Rezky Amelia, mahasiswi Fakultas Peternakan , Program Studi Peternakan , Universitas Hasanuddin.

Kegiatan diawali dengan koordinasi bersama warga Desa Hulo sebagai bentuk sinergi dalam pelaksanaan program. Selanjutnya, mahasiswa melakukan observasi dan diskusi dengan masyarakat untuk mengetahui kondisi peternakan serta kebiasaan pemberian pakan ternak di desa.

Hasil observasi menunjukkan bahwa sebagian besar peternak masih memberikan rumput segar secara langsung kepada ternak dan belum memanfaatkan teknologi pengawetan pakan sebagai cadangan pada musim kemarau maupun saat hijauan sulit diperoleh.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa melaksanakan sosialisasi mengenai pengertian, manfaat, dan teknik pembuatan silase. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan penjelasan mengenai pentingnya proses fermentasi dalam menjaga kualitas pakan, meningkatkan daya simpan, serta mempertahankan kandungan nutrisi hijauan. Selain itu, diperkenalkan pula fungsi bahan pendukung seperti molases sebagai sumber energi bagi mikroorganisme fermentasi dan EM4 yang membantu mempercepat proses fermentasi.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan silase menggunakan rumput yang telah dicacah, molases, dan EM4 cair. Masyarakat dilibatkan secara langsung mulai dari proses pencampuran bahan, pengemasan ke dalam wadah kedap udara, hingga teknik penyimpanan yang benar agar proses fermentasi berlangsung optimal.

Metode praktik dipilih agar masyarakat dapat memahami setiap tahapan secara langsung dan mampu menerapkannya secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Rezky Amelia, mahasiswi Fakultas Peternakan Mengatakan silase merupakan salah satu solusi untuk mengatasi keterbatasan hijauan pakan sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.

“Melalui program ini, kami ingin memperkenalkan bahwa hijauan pakan dapat diawetkan menjadi silase sehingga tetap tersedia ketika rumput sulit diperoleh. Dengan demikian, peternak dapat menyediakan pakan yang lebih berkualitas, mengurangi pemborosan hijauan, serta menjaga produktivitas ternak sepanjang tahun.

Diharapkan masyarakat Desa Hulo semakin memahami pentingnya teknologi silase sebagai inovasi dalam pengelolaan pakan ternak. Program ini diharapkan mampu meningkatkan keterampilan peternak dalam memanfaatkan hijauan secara optimal, menyediakan cadangan pakan pada musim kemarau, serta mendukung peningkatan produktivitas ternak.

Dengan demikian, silase tidak hanya menjadi alternatif penyimpanan pakan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan peternakan yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing.(Risky/dso).

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel diatas?
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
+1
0
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Verified by ExactMetrics